-->
    |
Follow Us :

Hari Ini 4 Mei 2021, Harga Emas Antam Naik Rp 930 Ribu per Gram

Kali Dibaca
Ket Foto : Harga jual emas Antam naik Rp9.000 ke Rp930 ribu per gram pada perdagangan Selasa (4/5/2021). Ilustrasi. (Antara)

Mediaapakabar.com
Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di level Rp930 ribu per gram pada perdagangan Selasa (4/5/2021). Posisi itu menguat Rp9.000 dari sebelumnya Rp921 ribu per gram pada Senin (3/5/2021).

Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) menguat Rp11 ribu dari Rp822 ribu per gram menjadi Rp833 ribu per gram pada hari ini.


Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp515 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,67 juta, 5 gram Rp4,42 juta, 10 gram Rp8,79 juta, 25 gram Rp21,86 juta, dan 50 gram Rp43,64 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,21 juta, 250 gram Rp217,76 juta, 500 gram Rp435,32 juta, dan 1 kilogram Rp870,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,09 persen menjadi US$1.790,10 per troy ons. Begitu juga harga emas di perdagangan spot melemah 0,12 persen ke US$1.790,65 per troy ons pada pagi ini.


Direktur PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan pergerakan harga emas dipengaruhi oleh turunnya data aktivitas manufaktur AS versi Institute for Supply Management (ISM) dari 64,7 menjadi 60,7 pada April. Melemahnya aktivitas manufaktur AS mematahkan ekspektasi kenaikan ke level 65,0.


"Indeks dolar AS tergelincir nyaris setengah persen pasca laporan tersebut, sehingga menjadi energi bagi bullish (penguatan) logam mulia," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa 04 Mei 2021.


Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi 10 tahunan AS pun turut merespon rilis tersebut dengan penurunan 4 basis poin (bps) ke 1,58 persen. Ia mengatakan yield obligasi AS memang telah menunjukkan kemunduran sejak pekan lalu.


"Kombinasi dari yield obligasi pemerintah yang masih jinak, dolar AS yang tertekan, dan besarnya stimulus fiskal dan moneter yang melatarbelakangi pergerakan pasar, menjadi pemicu kenaikan harga emas," tuturnya.


Hari ini, ia memperkirakan logam mulia melaju di rentang US$1.770 - US$1.816 per troy ons cenderung menguat. (CNNI/MC)

Komentar

Berita Terkini