Tak Terima Dimintai Jatah, Pemilik Warung Bacok Preman Hingga Tewas

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Pedagang Bunuh Preman di Cirebon Polisi menangkap pembunuh preman di Cirebon. (detikcom)

Mediaapakabar.com
Dua pria kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang preman di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Gunawan Saputra (41) diringkus Sat Reskrim Polresta Cirebon.

Kedua tersangka yang diamankan berinisial  MA (26) dan S (25). Kedua pelaku membunuh korbannya menggunakan sebilah celurit. Pelaku mengaku gerah dengan perbuatan korban yang selalu minta jatah makanan dan minuman gratis.


"Korban sehari-hari dikenal sebagai preman. Tersangka ini membuka warung di sekitar lokasi kejadian (pembacokan). Korban suka minta jatah kepada tersangka," kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi dilansir dari detikcom, Kamis (29/04/2021).


Sebelum kejadian pembunuhan itu, pelaku berinisial MA sempat menolak saat dimintai jatah oleh korban. Akibatnya, korban mengamuk. MA pun tak terima dengan sikap korban tersebut.


Syahduddi mengatakan, pada Jumat (9/4) sekitar 16.30 WIB, MA mengajak S untuk menganiaya korban. Keduanya menunggu sang preman tersebut melintas di depan ruko. MA membacokkan celurit sewaktu korban melintas.


"Korban kehabisan darah dan meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Syahduddi.


Kurang sebulan setelah kejadian tersebut, polisi menangkap pelaku. Selama ini pelaku sempat berupaya melarikan diri hingga ke luar kota.


"Sempat ke Serang, Banten. Bersembunyi juga di kolong jembatan selama sekitar dua hari. Ketika kami (polisi) sampai ke sana (kolong jembatan), yang ada bungkus nasinya saja. Kita mendapatkan informasi keberadaan MA, dan petugas berhasil mengamankannya," tutur Syahduddi.


Petugas menyita celurit sebagai salah satu barang bukti. MA dan S kini mendekam di sel Mapolresta Cirebon. Keduanya dijerat pasal 338 juncto 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini