Sabu 2,5 Ton Dikirim dari Afganistan, Jaringan Dikendalikan Napi Terpidana Mati

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BNN Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menunjukkan barang bukti sabu di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

Mediaapakabar.com
Polri berhasil membongkar penyelundupan sabu seberat 2,5 ton dari jaringan Timur Tengah. Jaringan ini dikendalikan oleh para tersangka dari balik jeruji lapas.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan peredaran sabu ini dikendalikan oleh 7 orang dari balik lapas, yang 6 di antaranya sedang menjalani hukuman di atas 10 tahun penjara dan hukuman mati.


"Kemudian peran dari para tersangka 7 orang sebagai jaringan pengendali, 8 orang sebagai jaringan transporter, 3 orang sebagai jaringan pemesan. Di mana ada tersangka atas inisial KMK, AW, AG, A, MI, dan AL yang merupakan terpidana di lapas dengan hukuman di atas 10 tahun dan hukuman mati," ujar Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).


Para tersangka ditangkap di empat lokasi, yakni TKP pertama di Lampaseh Kota, Kuta Raja, Kota Banda Aceh; TKP kedua di Pantai Lambada Lhok, Kabupaten Aceh Besar. Kemudian TKP 3 di Lorong Kemakmuran, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh; dan TKP keempat di pertokoan Daan Mogot, Jalan Tampak Siring, Jakarta Barat.


Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyebut tujuh orang di balik lapas itu mengendalikan sabu dari Afganistan. Menurutnya, mereka mengendalikan sabu sesuai dengan rute yang sudah disepakati oleh pemesan serta kurir.


"Tujuh orang yang berperan sebagai pengendali, dari mulai pergerakan sabu-sabu ini dari Afghanistan sampai dengan rute titik koordinat yang sudah ditentukan oleh pemesan dan telah disepakati oleh si transporter dari Afganistan," ucap Agus dalam kesempatan yang sama seperti dilansir dari detikcom.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan 2,5 ton sabu itu memiliki nilai sekitar Rp 1 triliun. Dengan terungkapnya penyelundupan narkoba ini, wanita yang akrab disapa Ani itu menyebut 10 juta nyawa masyarakat Indonesia terselamatkan.


"Nilainya sangat tinggi, mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Dan membahayakan lebih dari 10 juta masyarakat Indonesia. Jadi ini ancaman nyata," imbuh Sri Mulyani.


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya berkomitmen memberantas narkoba. Sigit meminta jajarannya menindak tegas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.


"Tidak ada toleransi bagi pelaku, bahkan anggota kalau kedapatan, maka akan diberikan tindakan tegas dan usut tuntas sampai akar-akarnya," kata Sigit dalam jumpa pers di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).


Sigit meminta jajarannya berkoordinasi dengan instansi lain dalam upaya pencegahan penyelundupan narkoba. Mantan Kabareskrim Polri ini juga memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor jaringan narkoba yang berada di Lapas.


"Saya minta anggota melaksanakan koordinasi dengan BNN, Kemenkeu, Bea-Cukai, dengan rekan-rekan di lapas untuk monitor sehingga peredaran narkoba bisa kita cegah semaksimal mungkin," ujarnya. (DTC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini