-->
    |
Follow Us :

Menteri Erick Thohir Minta Semua BUMN Terlibat Pemerataan Ekonomi Hingga Cipta Lapangan Kerja

Kali Dibaca

Foto: Menteri Ercik Thohir saat berkunjung ke Cilacap Jawa Tengah



Mediaapakabar.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir minta semua BUMN untuk tidak menjadi menara gading serta harus berpartisipasi dalam pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Dalam kondisi pandemi seperti ini ataupun setelah pandemi, dua isu yang harus ditekankan, (yaitu) pemerataan ekonomi di mana tidak mungkin yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin," kata Menteri BUMN Erick Thohir di Desa Surusunda, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.

Erick mengatakan hal itu saat memberi keterangan pers terkait dengan peresmian Pertashop di kompleks Pondok Pesantren Nurul Quran, Desa Surusunda.

Menurut dia, isu kedua yang tidak kalah pentingnya adalah penciptaan lapangan kerja karena dengan adanya pandemi juga banyak warga yang kehilangan lapangan kerja.

"Karena itu, kami pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian BUMN, lalu juga ada BPH Migas, dan juga pemerintah daerah, kita coba sinergikan dua program ini, pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," katanya.

Erick mengakui pihaknya meminta semua BUMN tidak bisa menjadi menara gading karena mereka harus berpartisipasi dalam pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Salah satu yang saya rasa luar biasa, terima kasih kepada Bu Nicke (Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, red.) yang memang secara bersama-sama kita ingin mentransformasi BUMN ini supaya dekat dengan rakyatnya. Salah satu programnya yang juga didukung oleh BPH Migas, yaitu Pertashop," katanya melansir Antara.

Erick mengaku telah melihat Pertashop, yakni hari ini (11/4) di Desa Surusunda, dan sebelumnya di tempat lain.

Menurut dia, kehadiran Pertashop tersebut sangat menguntungkan kedua belah pihak yang bekerja sama.

"Apakah pihak dari pesantren ataupun pengusaha daerah. Kenapa menguntungkan? Karena Pertamina sudah mempunyai kekuatan suplai dan hulunya. Ini yang bisa membuat pesantren dan pengusaha daerah bisa mendapatkan untung, dan bisa berkompetisi secara terbuka," kata Erick yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah. (MC/Ant)


Komentar

Berita Terkini