-->
    |
Follow Us :

Jabat Koorsahli Polri, Sosok Jenderal yang Dekat dengan Wartawan dan Ulama

Kali Dibaca
Ket Foto : Irjen Pol Martuani Sormin jabat Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri.

Mediaapakabar.comKapolri Jenderal Listyo Sigit mempercayai Irjen Pol Martuani Sormin menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri. Hal ini berdasarkan surat telegram Kapolri dengan nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 Februari 2021.

Irjen Pol Martuani Sormin menggantikan posisi jabatan Irjen Nana Sudjana sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri. Sementara Irjen Nana Sudjana menjabat Kapolda Sulawesi Utara menggantikan Irjen Panca Putra yang sekarang menjabat sebagai Kapolda Sumut.


Informasi dihimpun mediaapakabar.com, Sabtu, 13 Maret 2021, Irjen Martuani Sormin lahir pada 30 Mei 1963 di Lobu Sonak, Lumban Sormin, Pangaribuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.  


Karier


Irjen Martuani merupakan perwira polisi kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Sejak lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) 1987, Irjen Martuani langsung ditugaskan ke Aceh hingga 1992.


Berawal menjabat sebagai Pamapta Polres Aceh Tenggara tahun 1987, kemudian menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Aceh tahun 1988, Kapolsek Lawe Sigala-Gala tahun 1989, Kasat Reserse Narkotik Direktorat Reserse Polda Aceh tahun 1992.


Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan tahun 1996, Kepala Kepolisian Sektor Metro Gambir Resor Metro Jakarta Pusat tahun 1998, Kepala Bagian Pengamanan Sandi Direktorat Intelijen dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tahun 2002.


Kemudian, Irjen Martuani pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Musi Banyuasin tahun 2003, Wakil Kepala Kepolisian Kota Besar Palembang tahun 2006, Penyidik Utama Tk. III Direktorat III/Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri tahun 2007.


Di tahun 2010, Irjen Martuani menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, lalu Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung tahun 2011, menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Pideksus Bareskrim Polri tahun 2012.


Selanjutnya, Irjen Pol Martuani Sormin pernah menjabat sebagai Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Maluku tahun 2013, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jawa Barat tahun 2014, Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Metro Jaya tahun 2015, Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol tahun 2016.


Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Profesi & Pengamanan Polri tahun 2016, Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat tahun 2016, Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri tahun 2017.


Kemudian, di tahun 2018 Irjen Martuani menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Papua, kemudian menjabat Asisten Operasi Kapolri tahun 2019, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara tahun 2019, dan sekarang dipercaya menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kapolri.


Aksi Irjen Martuani Sormin 


Saksi irjen Martuani Sormin yang diingat masyarakat adalah saat terjadi ledakan bom dan serangan bersenjata api dari kelompok teroris di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016 lalu. 


Saat itu Irjen Martuani, yang berpangkat kombes, ikut melakukan penanganan cepat. Bahkan mobil dinas Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya itu sempat dilempar bom oleh Afif cs.


Sebanyak 22 peluru Martuani habis dalam penanganan aksi teroris itu. Yang lebih mengharukan, saat itu istrinya sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.


Saat ini, Martuani menjabat Kepala Divisi Propam Polri. Jabatan itu diembannya sejak Juli 2017.


Sebelum menjadi orang nomor satu di Divisi Propam, dia pernah menjabat kepala biro di divisi itu. Dia jadi Kepala Biro Paminal Divisi Propam pada 2016.


Sebelum ke Kadiv Propam, Sormin bertugas sebagai Kapolda Papua Barat. Dia jadi Kapolda Papua Barat sekitar 7 bulan.


Irjen Martuani Sormin Terima Penghargaan Dari MUI


Mantan Kapolda Sumut ini, selain dikenal sebagai sosok polisi yang ramah, dekat dengan wartawan, dirinya juga dekat dengan para ulama.


Irjen Martuani Sormin saat menjabat Kapolda Sumut menerima Award sebagai tokoh peduli terhadap Majelis Ulama Indonesia tahun 2020 pada acara Musyawarah Daerah ke-IX tahun 2020 oleh MUI Sumut, yang bertempat di Hotel Santika Dyandra, Jumat (18/12/2020) lalu.


14 Bulan 27 Hari Jabat Kapolda Sumut  Irjen Pol Martuani Sormin Banyak Torehkan Penghargaan


Selama 14 bulan 27 hari menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Drs. Martuani Sormin telah banyak menorehkan keberhasilan dan memperoleh penghargaan dari berbagai pihak dalam upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut.


Martuani menceritakan, selama waktu itu, berbagai penindakan mulai dari kejahatan jalanan, kejahatan ancaman tinggi, kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat narkotika telah dilakukan. 


Ratusan gembong narkoba telah ditangkap dan puluhan orang terpaksa dikirim ke alam baka. Selain itu, Polda Sumut juga ikut terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.


“Dalam perjalanan itu banyak juga prestasi yang telah didapatkan. Sesuai dengan prinsip yang dianut Polri, bahwa setiap anggota yang berprestasi kami berikan reward, dan pelanggaran oleh anggota kami berikan punishment,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (12/3/2021) malam, di sela-sela acara pisah sambut (Farewel) di Mapoldasu.


Dia mengakui, selama memimpin Polda Sumut, banyak anggota yang telah mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa. Namun dia tidak menampik beberapa anggota  juga ada yang di PTDH (pecat dengan tidak hormat).


“Ini artinya dinamika operasional di Polda Sumut sangat dinamis,” jelasnya.


Martuani membeberkan, khusus masalah narkotika Polda Sumut adalah pemegang rekor tertinggi di Indonesia dalam hal penindakan. Begitu juga untuk perjudian, salah satunya adalah togel, meski masih ada tetapi secara prinsip telah ditindak tegas.


Salah satu hal yang luar biasa dan belum pernah terjadi, pelaksanaan Pilkada di 23 Kabupaten/kota di Sumut yang berjalan aman dan lancar, terkhusus di Kepulauan Nias yang aman kondusif.


”Makanya kami mendapatkan penghargaan dari KPU RI untuk Sumut yang aman,” bebernya.


“Jadi banyak hal yang sudah ditorehkan, dan banyak yang sudah kami raih prestasi termasuk (penanganan) coronavirus,” sebutnya.


Berbicara hukuman, Martuani memaparkan, hukuman itu bisa diberikan secara lisan, tertulis, atau sampai masuk sel atau di tempat khusus. “Hal inilah yang saya terapkan,” ujarnya.


Dalam kesempatan ini, Martuani menyampaikan permohonan maaf bila masih ada personel kepolisian yang melakukan penyimpangan dan yang melukai hati warga Sumut. 


Selain itu, dia juga meminta maaf bila kinerjanya masih belum maksimal dalam memberikan jaminan Kamtibmas di Sumut.


Oleh karena itu, setelah resmi diangkat sebagai Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Polri, dia pun pamit kepada warga Sumut karena akan meninggalkan Polda Sumut. “Mohon doa restu, karena hari ini kami akan meninggalkan Sumut,” tandasnya. (MC/Red)

Komentar

Berita Terkini