Tawarkan Jasa Threesome dengan Tarif Rp1,5 juta, Pasutri Ini Diringkus Polisi

REDAKSI
Rabu, 10 Februari 2021 - 12:39
kali dibaca
Ket Foto : Polisi memperlihatkan pasangan suami-istri tersangka prostitusi dengan tiga orang alias threesome dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Resor Kota Besar Palembang pada Rabu, 10 Februari 2021. (VIVA)

Mediaapakabar.com
Pasangan suami-istri (Pasutri) berinisial PR (47) dan SM (31) diringkus pihak Polrestabes Palembang terkait kasus dugaan penyimpangan seksual.

Pasutri ini ditangkap di sebuah hotel di Palembang pada Sabtu malam pekan lalu, setelah diketahui terlibat aksi penyimpangan seksual threesome.


Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra mengatakan bahwa kedua pelaku ditangkap setelah petugas berpura-pura melakukan transaksi dengan mereka di salah satu hotel.


"Setelah barang bukti cukup, kita langsung bergerak dan berhasil mengamankan pasangan suami istri tersebut," katanya dilansir dari VIVA, Rabu 10 Februari 2021.


Irvan menjelaskan, kedua pelaku secara terang-terangan membuka layakan berhubungan seksual bertiga dengan menawarkan diri di media sosial Twitter. 


Tarifnya mencapai Rp1 juta untuk sekali kencan. Mereka juga menawarkan layanan threesome dengan durasi lebih lama alias long time 4-6 jam dengan tarif Rp1,5 juta.


Suami-istri itu, berdasarkan pemeriksaan sementara, mengaku memulai praktik prostitusi threesome sejak September 2020.


"Informasi yang didapatkan, para pelanggan kedua pelaku rata-rata dari luar kota seperti Jakarta dan daerah lainya," katanya.


Keduanya sebenarnya warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, namun biasanya melayani para pelanggan di Palembang. Mereka akan lebih dahulu menyepakati tarif dengan pelanggan lalu bertemu di satu hotel di Palembang.


"Saya terpaksa melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi dan untuk mengobati sakit kanker yang diderita istri saya," kata PR.


SM membenarkan pernyataan suaminya. Ia menjelaskan, latar belakang yang membuatnya terpaksa melakukan hal tersebut ialah untuk biaya operasi penyakit kanker yang butuh biaya besar. 


“Karena biayanya rumah sakit yang mahal, saya terpaksa melakukan perbuatan tersebut.” akunya. (VC/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini