Menagih Janji Kapolri Pidanakan Anak Buah Terjerat Narkoba

Aris Rinaldi Nasution
Kali Dibaca
Ket Foto : Kapolri Listyo Sigit pernah berjanji akan mempidanakan anak buah yang terjerat narkoba. (Lukas - Biro Setpres)

Mediaapakabar.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah berjanji akan menindak tegas setiap bawahan yang kedapatan terlibat dalam kasus narkoba. 

Hal ini disampaikan dalam forum uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI pada 20 Januari lalu.


Listyo, yang kala itu masih berpangkat Komisaris Jenderal mengatakan bakal memecat hingga memproses pidana anggota yang terjerumus barang haram itu.


"Termasuk anggota Polri yang terlibat di dalamnya, pilihannya hanya satu pecat dan pidanakan. Jadi kami tidak main-main dalam hal ini, kami akan buktikan," kata Listyo kala itu.


Ia menegaskan bahwa tidak akan memberi ruang bagi pengedar narkoba di republik ini. 


Kata dia, kejahatan-kejahatan seperti ini memberikan perhatian khusus bagi kepolisian untuk bertindak tegas.


Sementara belum lama ini Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi ditangkap penyidik Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri usai ketahuan mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama anak buahnya.


Pihak Polda Jawa Barat pun telah mencopot Yuni dari jabatan Kapolsek. Pengusutan kasus ini masih berlanjut di Polda Jawa Barat.


Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas untuk memproses anggota itu.


"Polri tetap melakukan pencegahan internal dan tindak tegas kalau ada kesalahan," kata Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Argo Yuwono dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (18/2/2021).


Jenderal Idham Azis saat masih menjabat sebagai Kapolri sering mewanti-wanti anggotanya agar tak terlibat kasus narkoba. Dia bahkan tak segan mengatakan bahwa hukuman mati merupakan hal yang tepat bagi personel tersebut.


Idham, pada 7 Februari tahun lalu mengatakan bahwa polisi merupakan aparat yang mengetahui hukum sehingga tidak sewajarnya terjerumus pada pelanggaran hukum itu sendiri.


Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di tubuh Korps Bhayangkara selalu berulang. Bahkan, kata dia, baru kali ini terdengar rombongan polisi yang diringkus.


Hal tersebut, kata Neta, menjadi tantangan bagi Listyo untuk mengoreksi bahwa kasus narkoba bukan lagi main-main di internal kepolisian.


"Narkoba bukan hal main main lagi, tapi sudah menggerogoti jantung kepolisian di mana seorang Kapolsek perempuan tega teganya memimpin anak buahnya untuk narkoba bareng," kata Neta dalam keterangannya.


Neta menilai bahwa kasus tersebut sangat mempermalukan institusi kepolisian. Terlebih, perkara mencuat ketika pucuk pimpinan baru pasukan baju cokelat ini baru dipimpin oleh Kapolri baru.


"Agar diketahui apakah ke 12 polisi itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Jawa barat atau hanya sekadar pemakai. Tapi mengingat jumlah mereka begitu besar patut diduga mereka adalah sebuah sindikat," ucap Neta.


Menurutnya, kepolisian saat ini rawan terlibat dalam kasus narkoba. Bahkan, kata dia sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang bergelut di peredaran narkotika.


Oleh sebab itu, kata dia, Mabes Polri perlu meningkatkan pengawasan berjenjang dari sikap dan perilaku kinerja bawahannya, terutama yang bersinggungan dengan narkotika.


"Sebab itu dari tahun ke tahun jumlah polisi yang terlibat narkoba terus bertambah karena uang yang didapat adalah dana segar yang gurih dan para bandar tak segan memberikan itu untuk oknum polisi asal bisnisnya lancar," tandas dia. (CNNI/MC)

Share:
Komentar

Berita Terkini