Inggris Bebaskan Teroris neo-Nazi Termuda

REDAKSI
Rabu, 10 Februari 2021 - 10:21
kali dibaca
Ket Foto : Ilustrasi pengadilan. (iStockphoto/Zolnierek)

Mediaapakabar.com
Pengadilan Inggris membebaskan seorang remaja lelaki berusia 16 tahun yang menjadi terpidana termuda kasus terorisme karena memimpin kelompok neo-Nazi.

Dilansir Reuters, Rabu (10/2/2021), terpidana itu mengaku bersalah karena menyimpan dan menyebarkan materi ajaran neo-Nazi. Saat ditangkap pada usia 13 tahun, remaja itu mengaku dia cuma ingin terlihat keren di antara teman-temannya dengan menyebarkan materi neo-Nazi.


Jaksa Penuntut Umum Kerajaan Inggris, Jenny Hopkins, hukuman bagi remaja lelaki itu kini dialihkan untuk menjalani rehabilitasi selama 24 bulan.


Selama proses rehabilitasi, remaja lelaki itu tidak ditahan tetapi gerak-geriknya akan diawasi dengan ketat.


Menurut Jenny, terpidana itu juga sempat mengunduh petunjuk pembuatan bom molotov hingga napalm, dan bahkan mempunyai panduan untuk membuat senapan serbu AK-47 secara mandiri dengan bahan-bahan yang tersedia.


"Orang-orang sangat terganggu dengan melihat kenyataan bahwa ada seorang anak berusia 13 tahun menganut ajaran neo-Nazi dan mengumpulkan petunjuk membuat bom hingga senjata api," kata Jenny dilansir dari CNNIndonesia.com.


"Dia mengaku tidak mempunyai pandangan rasialisme dan cuma ingin terlihat keren, tetapi bukti-bukti menunjukkan dia bersalah karena menyimpan dan menyebarkan ajaran terorisme," lanjut Jenny.


Menurut Jenny, saat remaja itu menginjak usia 14 tahun pada 2019, dia menjadi ketua organisasi ekstrem kanan daring yang saat ini sudah dilarang bernama Feuerkrieg Division (FKD) di Inggris. Ketika dia ditangkap, anggota kelompok itu berjumlah enam orang.


Ketika aparat menangkap remaja itu di rumah neneknya di wilayah Cornwall, mereka menemukan bendera Nazi terbentang di dalam kamarnya. Selain itu, polisi juga menemukan coretan 1488 di dinding rumahnya, yang merujuk kepada alfabet HH yang bermaksud Heil Hitler (Hidup Hitler).


Dalam penyelidikan, jaksa penyidik menemukan sejumlah pesan bernada kebencian yang ditulis remaja itu di forum bincang-bincang-b daring kelompok sayap kanan. Isinya menganjurkan supaya anggotanya menyerang kelompok LGBT, Yahudi, dan orang-orang selain ras kulit putih dengan bom berisi paku, senjata api atau dengan cara lainnya. (Reuters/CNNI)

Share:
Komentar

Berita Terkini