-->
    |
Follow Us :

Drone Serang Houthi Hantam Bandara Saudi, 1 Pesawat Terbakar

Kali Dibaca
Ket Foto : Ilustrasi pemberontak Houthi di Yaman. (AFP PHOTO / MOHAMMED HUWAIS)

Mediaapakabar.com
Pemberontak Houthi di Yaman kembali meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) bersenjata yang menghantam Bandara Internasional Abha, Arab Saudi.

Dilansir Reuters, Kamis (11/2/2021), serangan itu menimbulkan korban jiwa ataupun luka, tetapi sempat memicu kobaran api di sebuah pesawat penumpang. Pemberontak Houthi menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.


Menurut mereka, bandara itu kerap menjadi lokasi operasi militer pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk menyerang pemberontak Houthi.


"Serangan drone itu menargetkan pesawat militer di Bandara Internasional Abha, yang dipakai untuk menyerang penduduk Yaman," kata juru bicara kelompok Houthi, Yahya Sarie, melalui Twitter.


Pasukan koalisi Saudi menyatakan pada Rabu (10/2) sore waktu setempat mereka berhasil mencegat dua drone bersenjata yang mengarah ke pemukiman penduduk.


"Serangan terhadap bandara Abha adalah kejahatan perang dan membahayakan nyawa para penduduk dan pendatang," demikian isi pernyataan pasukan koalisi.


Serangan itu terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat yang merupakan sekutu Saudi berencana mencabut pemberontak Houthi dari daftar kelompok teroris. Padahal, AS sudah memperingatkan supaya kelompok Houthi tidak lagi menyerang Saudi.


Di sisi lain, Presiden AS, Joe Biden, mengatakan akan mengakhiri bantuan persenjataan dan informasi bagi Saudi terkait Perang Yaman. Dia menyatakan keputusan itu dilakukan guna mengakhiri penderitaan penduduk Yaman akibat peperangan.


Perang Yaman yang mulanya adalah perang sipil antara pemberontak Houthi dan pemerintah berkobar lebih besar sejak 2015. Saat itu Saudi dan pasukan koalisi memutuskan terlibat mendukung pemerintah Yaman, dan menuduh Iran membantu kelompok Houthi.


Iran tetap memasok senjata kepada pemberontak Houthi.


Sejak terlibat Perang Yaman, pasukan Saudi dan koalisi menggelar lebih dari 20 ribu serangan udara dengan harapan memukul mundur pemberontak. Namun, sepertiga dari serangan malah menghantam sekolah, pabrik, pasar dan rumah sakit. (Reuters/CNNI)

Komentar

Berita Terkini