-->
    |
Follow Us :

Uni Eropa Genjot Kapasitas Produksi Perusahaan Vaksin

Kali Dibaca
Ket Foto : Vaksin Covid-19. (AP/CNNIndonesia.com)
Mediaapakabar.comUni Eropa memastikan siap membantu perusahaan obat memperluas produksi vaksin virus corona (Covid-19) untuk mengurangi kendala dalam distribusi.

Komisaris Kesehatan Uni Eropa, Stella Kyriakides mengatakan kepada kantor berita Jerman DPA bahwa setiap penundaan distribusi, terjadi karena kekurangan kapasitas produksi.


"Hambatan saat ini bukanlah volume pesanan, tetapi kekurangan kapasitas produksi di seluruh dunia," katanya dilansir AFP, Sabtu (2/1/2020).


Kyriakides mencatat bahwa Brussels telah memberikan 100 juta euro kepada perusahaan Jerman BioNTech, yang mengembangkan vaksin dengan raksasa AS Pfizer, untuk membantu membangun kapasitas produksi.


"Situasi akan membaik selangkah demi selangkah," janjinya, satu minggu setelah vaksinasi dimulai dengan kecepatan yang sangat bervariasi di antara negara anggota UE.


"Kami telah lama bernegosiasi untuk penambahan dosis vaksin dari BioNTech dan siap membantu meningkatkan kapasitas produksi.


"Produsen lain yang memiliki kontrak dengan kami hampir mendapatkan vaksin mereka disetujui oleh UE."


Badan Obat Eropa, yang menasihati Komisi Eropa, menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech pada 21 Desember. Tetapi diperkirakan tidak ada kemungkinan alternatif dari perusahaan AS Moderna hingga 6 Januari.


Mereka juga menunggu lebih banyak data tentang kandidat dari AstraZeneca dan Universitas Oxford, yang telah disetujui di Inggris. Tapi Kyriakides bersikeras bahwa Eropa tidak ketinggalan dalam program pengadaan bersama, yang didukung oleh 27 negara anggota.


"Jika semua kandidat vaksin disetujui, Eropa akan memiliki lebih dari dua miliar dosis vaksin yang tersedia untuk 450 juta orang Eropa dan tetangga mereka," katanya. (AFP/CNNI)




Komentar

Berita Terkini