-->
    |
Follow Us :

Meningkatkan Imun Tubuh, Pangdam I/BB kembali Suntik Vaksin Sinovac Tahap II

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com
- Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin, SIP MM, bersama Ketua Persit KCK PD I/BB, Ny Dessy Hassanudin, kembali melakukan suntik Vaksin Sinovac tahap II, Sabtu (30/1/2021).

Kegiatan ini dilangsungkan di Rumah Dinas Pangdam I/BB  Jln Linggarjati Medan, setelah kembali dari perjalanan dinas Kunker dari wilayah Korem 023/KS,  turut disuntik  juga beberapa PJU seperti  Asintel, Asops  masing masing beserta istri , Kasmin dan Staf Rumah Tangga Pangdam I/BB. 

Vaksinsasi Covid-19 tahap II ini dijalani Pangdam dengan tetap menerapkan SOP (Standard Operational Procedure) Protokol Kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, mengecek suhu dan tekanan darah (tensi).

Sebelum disuntik seluruh peserta  diadakan Rapid test Antigen terlebih dahulu, Setelah semuanya dinyatakan aman, barulah tim medis dari Rumkit Tk II Putri Hijau Medan memberikan suntikan Vaksin Sinovac Covid-19. 

Selesai kegiatan, Mayjen Hassanudin menjelaskan, suntik Vaksin Sinovac Covid-19 tahap II ini sangat penting dan harus dilakukan oleh mereka yang telah melakukan suntikan tahap I.  

"Di samping sebagai edukasi dan sosialisasi kepada publik bahwa Vaksin Sinovac Covid-19 ini aman, halal dan efektif, suntikan tahap II ini juga bertujuan untuk  mengoptimalkan kinerja pembentukan imun di dalam tubuh sesuai fungsi dari Vaksin Sinovac Covid-19 itu sendiri," terangnya. 

Pangdam kembali mengingatkan, meski telah disuntik vaksin, tidak berarti orangnya bisa bebas untuk mengabaikan disiplin Protokol Kesehatan.

"Tetap harus menerapkan Protokol Kesehatan secara disiplin. Karena Vaksin Sinovac Covid-19 ini bukan untuk membunuh virus yang ada, melainkan untuk membantu tubuh membentuk imun," jelasnya. 

Kepada seluruh Prajurit, PNS, anggota Persit, dan Keluarga Besar TNI AD di jajaran Kodam I/BB, Mayjen Hassanudin mengimbau untuk ikut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang manfaat melakukan Vaksinasi Covid-19. (MC/DN)
Komentar

Berita Terkini