-->
    |
Follow Us :

Diminta Luhut Tekan Pembangunan Hotel, Ini Kata Sandiaga

Kali Dibaca

Ket Foto : Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan meminta Menparekraf Sandiaga Uno menekan pembangunan hotel karena pemulihan pariwisata butuh beberapa tahun. (detik.com)

Mediaapakabar.comMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno diminta agar menekan pembangunan hotel.

Permintaan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan agar menekan pembangunan hotel. Hal ini karena pemulihan pariwisata masih butuh waktu beberapa tahun ke depan.


"Pemulihan wisata domestik ini lebih cepat daripada luar negeri karena luar negeri ini tentu masih ada masalah travelling distance juga. Saya pikir masih butuh waktu 1-2 tahun, makanya saya pikir pembangunan hotel diminimumkan saja pak Sandiaga," ujar Luhut dalam video yang diunggah Kemenko Maritim dan Investasi dilansir dari CNNIndonesia.com, Sabtu (09/01/2021).


Menurut Luhut, pemulihan kunjungan wisatawan mancanegara akan berlangsung lebih lama daripada kunjungan dari wisatawan domestik. Untuk itu, Luhut merasa pemerintah tak perlu jor-joran membangun hotel di masa pemulihan ini.


Namun, Luhut meminta Sandiaga untuk fokus memperbaiki beberapa tempat di destinasi wisata agar wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri merasa nyaman untuk berlibur di tempat tersebut. Ia juga meminta ada perbaikan dari souvenir di tempat pariwisata.


"Spot-spot turisnya yang diperbaiki, seperti masalah souvenir. UMKM-nya juga dengan kualitas bagus. Itu yang perlu jadi perhatian," terang Luhut.


Kemudian, Luhut juga meminta ada penambahan anggaran untuk mendukung perbaikan kualitas pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas. Kelima destinasi tersebut adalah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.


Dalam kesempatan yang sama, Sandi mengakui sektor pariwisata belum membaik. Kepercayaan masyarakat untuk melakuan perjalanan wisata diklaim masih rendah.


"Kondisi pariwisata sekarang untuk kunjungan pariwisata sudah turun 70 persen. Ini sejalan dengan kecenderungan global yang minus 75 persen," pungkas Sandiaga. (CNNI/MC)





Komentar

Berita Terkini