-->
    |
Follow Us :

Pensiunan PNS Ini Disidangkan Kasus Penipuan Rp560 Juta

Kali Dibaca
Persidangan digelar online 

Mediaapakabar.com- Didakwa jaksa kasus penipuan penggelapan uang sebesar Rp560 juta, Darwin Hutagalung (59) pensiunan PNS warga Jalan Asrama Widuri BRK Tusam, Medan disidangkan di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (3/12/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita dalam dakwaannya menyebutkan, perbuatan itu dilakukan terdakwa bersama Yanti Adelina Sinaga (berkas terpisah) pada September 2018 di Jalan Turi, Kelurahan Sudirejo 1, Kecamatan Medan Kota.

"Terdakwa bersama Yanti datang ke rumah saksi korban Ir Mangandar Sinaga dengan tujuan mau meminjam uang," ucap jaksa di hadapan Ketua Majelis Hakim, Abdul Azis.

Setelah mengutarakan niat, terdakwa dan Yanti menjanjikan akan memberikan jaminan kepada korban berupa SHM No. 256 atas nama Darwin Hutagalung seluas 517 M2 yang terletak di Jalan Melati No. 50, Desa Sidomulyo, Kabupaten Langkat.

"Karena yakin dengan jaminan yang akan diberikan, korban mau meminjamkan uangnya kepada terdakwa dan Yanti," cetus jaksa.

Kemudian, lanjut jaksa, pada 14 September 2018, korban menyerahkan uang sejumlah Rp560 juta sebagai pinjaman yang tertuang di dalam Akta Kesepakatan bersama No. 4 tanggal 14 September 2018 di hadapan Notaris Helena SH MKn.

"Di dalam kesepakatan, disebut terdakwa dan Yanti membayar utang dengan cara mencicil setiap bulannya selama 36 bulan, dengan cara mentransfer ke rekening Bank Mestika atas nama korban sejumlah Rp18.938.899," beber jaksa.

Namun, usai uang diterima, ternyata terdakwa dan Yanti tidak ada menyerahkan SHM No. 256 kepada korban sampai saat ini.

Malah diketahui, SHM No. 256 tersebut sedang dijadikan agunan di Bank Sumut, karena terdakwa dan Yanti meminjam uang sejumlah Rp250 juta dan terdakwa dan Yanti juga hanya membayar utangnya kepada korban sebanyak 7 bulan.

"Selanjutanya sampai dengan saat ini terdakwa dan Yanti tidak ada membayar utangnya kepada korban," jelas jaksa.

Jaksa menjelaskan, bahwa uang yang dipinjamkan korban kepada terdakwa ternyata juga uang yang dipinjam dari Bank Mestika.

"Akibatnya korban mengalami kerugian  lebih kurang Rp564.744.509," pungkas jaksa.Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 subs Pasal 372 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHP. (dian) 
Area lampiran
Komentar

Berita Terkini