-->
    |
Follow Us :

Waspada, BMKG Sebut Pekan Ini Curah Hujan Sumatera dan Jawa Diprediksi Tinggi

Kali Dibaca




Ilustrasi hujan. (Foto: Antara)


Mediaapakabar.com
-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada 10 hari pertama November tergolong normal. Hanya di beberapa wilayah seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua diprediksi mendapat curah hujan dengan sifat atas normal.

Meski begitu, Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra mengatakan, secara umum potensi hujan dalam sepekan ke depan masih cukup tinggi terutama untuk wilayah Sumatera dan Jawa.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 2-5 November 2020 terdapat di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek potensi hujan masih cukup signifikan pada periode 2-5 November 2020 terutama di wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kemudian potensi hujan cenderung menurun," katanya kepada Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (1/11/2020).

Berdasarkan data dinamika atmosfer per dasarian II bulan Oktober 2020, status La Nina saat ini diprediksi berada di level La Nina moderate hingga La Nina lemah.

"Fenomena La Nina diketahui memberi dampak berupa peningkatan curah hujan di sebagian wilayah di Indonesia," imbuhnya.

Berdasarkan prakiraan curah hujan dasarian wilayah Indonesia lanjutnya, untuk dasarian I dan II bulan November 2020, curah hujan diprediksi umumnya akan berkisar antara 50 mm-150 mm per dasarian (10 harian). Dengan sifat hujan umumnya normal, kecuali di sebagian wilayah di Sulawesi, Maluku, dan Papua yang diprediksi akan mendapat curah hujan dengan sifat atas normal.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo pun meminta peningkatan kesiapsiagaan seiring adanya intensitas hujan sedang hingga lebat di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Kondisi tersebut meningkatkan kerawanan bencana seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, angin kencang dan tanah longsor. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan dan antisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.


Sumber:BeritaSatu.com
Komentar

Berita Terkini