-->
    |
Follow Us :

Soal Vaksinasi Covid-19 , Kadinkes Sumut : Jadwalnya Masih November 2020 Ini

Kali Dibaca




Mediaapakabar.com
-Pemerintah pusat melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, belum ada mengeluarkan pemberitahuan terbaru terhadap perubahan jadwal vaksin Covid-19. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Kesehatan sejauh ini masih tetap menjadwalkan vaksinisasi Covid-19 pada bulan November 2020 ini.

"Jadwalnya masih November ini, tapi belum tahu kita kapan. Sejauh ini belum ada pemberitahuan jadwalnya berubah," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (13/11/2020).

Alwi mengaku pihaknya saat ini tengah melakukan rangkaian pelatihan terhadap para tenaga kesehatan yang bertugas dalam mengaplikasikan vaksinasi nanti. Saat ini, sebutnya sudah mau memasuki pelatihan angkatan kedua.

"Itu untuk semua Kabupaten/Kota. Tapi kapan vaksinnya akan masuk, kita juga belum tahu, masih kita tunggu," terangnya.

Kendati begitu Alwi menjelaskan, pihaknya tetap bersiap-siap sesuai petunjuk dari pemerintah pusat. Kemudian melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksin kepada masyarakat.

"Yang jelas vaksin ini memang sudah direncanakan pemerintah, dan pemerintah tentu tidak mungkin mencelakakan rakyatnya. Jadi kalau ada berita-berita miring soal vaksin itu, rasanya tidak masuk diakal dan nggak perlu terlalu didengarkan, carilah informasi yang benar," jelasnya.

Sebab tegas Alwi, vaksin itu termasuk untuk Covid-19, sudah ada rangkaian ujinya. Mulai dari uji di laboratorium, uji kepada hewan dan relawan yang kemudian dievaluasi sebelum diberikan kepada masyarakat.

"Setelah diberikan nanti juga akan dievaluasi lagi. Jadi ujinya vaksin ini, mulai dari yang terbatas sampai yang terluas, sehingga dianggap aman," terangnya.

Ia sendiri berharap, kepada masyarakat yang mendapat vaksin ini supaya bisa diterima dengan baik. Menurutnya, masyarakat tidak usah khawatir bahwa pemerintah tidak akan mencelakai rakyatnya.

"Kalau misalnya orang yang berbeda pandangan politik itu memang ada kepentingannya. Tapi ini dengan rakyat sendiri apa kepentingannya?. Justru haris menjadi tanggungjawab pemerintah," pungkasnya.

Menunggu Vaksin Covid-19, BPOM Medan Pantau Gudang Farmasi

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengawasan Obat Makanan (POM) di daerah, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan telah
melakukan pemantauan kesiapan proses vaksinasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan pemantauan gudang farmasi di Sumatera Utara.

"Salah satunya, adalah melakukan pemantauan terhadap seluruh instalasi farmasi (gudang farmasi) yang tersedia di Sumut," ungkap Kepala BBPOM di Medan I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

Menurut dia, pemantauan kesiapan ini sangat penting dilakukan dalam setiap koordinasi dan audiensi yang telah dilaksanakan bersama petinggi di kabupaten/kota. Secara lebih teknis lagi, sambung dia, pihaknya juga melakukan pemantauan langsung ke instalasi farmasi tersebut.

"Ketika vaksin nanti sudah siap, kita sudah memiliki peta dan jangan sampai pendistribusiannya terlambat. Tapi saya kira di Sumut tidak ada masalah, karena jejaringnya sudah kuat," ucapnya.

Namun Bagus mengakui, yang perlu antisipasi ketika vaksin sudah ada ketika distribusi dilakukan dalam volume yang besar. Untuk itu dia mengatakan, supaya over kapasitas tidak sampai terjadi perlu dilakukan pemantauan yang lebih intensif lagi.

"Misalnya ada satu daerah yang kesulitan melakukan penyimpanan. Ini yang akan kita komunikasikan," sebutnya.

Akan tetapi secara umum, terang Bagus, ketika dirinya melakukan audiensi ke beberapa Kabupaten/Kota dan diskusi yang dilakukan dengan pimpinan di daerah, rata-rata memang telah menyatakan kesiapannya karena sudah memiliki instalasi farmasi dengan alat-alat pendukungnya.

"Apalagi selama ini kan sudah ada mekanismenya. Karena vaksin kan tidak hanya dilakukan pada saat pandemi ini saja," terangnya.

Selain itu, dia juga mengakui telah bertanya ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumut terkait kesiapan ini. Di situ, tuturnya, masalah volume instalasi farmasi ini memang menjadi hal perlu mendapatkan perhatian.

"Meski kita memang belum tahu bagaimana tahapan distribusinya nanti. Hanya saja yang namanya vaksin kan harus segera disuntikan," ujarnya.

Sebab, Bagus menambahkan, kata kunci dari pemberian obat ataupun makanan tidak hanya bermutu dan berkhasiat saja, melainkan juga harus aman. Untuk itu, menurut dia, sejalan dengan penyimpanan, kesiapan tenaga kesehatan juga harus sejalan.

"Begitupun kami juga akan terus memberikan informasi kepada masyarakat melalui komunikasi informasi edukasi, terutama terkait perkembangan vaksin yang terjadi secara dinamis ini," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Kepala Badan POM RI Penny Lukito dalam konfrensi pers di Youtube mengatakan, Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac diharapkan akan bisa keluar pada minggu ketiga atau keempat bulan Januari 2021.

"Harapannya, Januari minggu ketiga dan keempat itu bisa mendapatkan EUA, apabila itu juga data-data yang ada lengkap," ungkapnya. (panca)
Komentar

Berita Terkini