-->
    |
Follow Us :

Dirumahkan Tanpa Keputusan yang Jelas , Sales Marketing Ini Ngadu ke Komisi II DPRD Medan

Kali Dibaca




Mediaapakabar.com
-Boyke Haris Nasution terpaksa harus ngadu ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan.
       
Pasalnya meski sudah bekerja selama 16 tahun,  dengan jabatan  sales marketing, Boyke di rumahkan oleh perusahaan tempat dia bekerja  yakni PT Agro Tama Harapan dengan status tak jelas.
       
"Saya hanya minta kejelasan, sebab sampai hari status saya digantung, kalau memang di Putus Hubungan Kerja (PHK) tolong keluarkan pesangon saya,"ungkap Boyke saat gelar dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Medan di ruang rapat Komisi II lantai III gedung Dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Senin (5/10/2020).
      
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Sudari ST didampingi sejumlah anggota seperti Dhiyahul Hayati, Modesta Marpaung Jansen Simbolon dan lainnya. Sementara pihak perusahaan diwakili Robin Saragih.
       
Menurut Boyke sejak September 2019 pihak perusahaan tidak lagi membayar gajinya, bahkan 
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga sudah diputus.
        
Sementara utusan perusahaan Robin Saragih mengatakan, persoalan ini sudah lama sekali, dimana ketika itu perusahaan meminta agar Boyke datang kekantor untuk absensi, sekaligus menyelesaikan persoalannya, namun Boyke tidak datang.
         
Menurut Robin persoalannya menyangkut masalah keuangan, sehingga Boyke disuruh datang untuk menyelesaikannya, namun dia tidak datang.
        
Dikatakan Robin, disatu sisi pihak perusahaan mengklaim tagihan kepada  boyke, yang katanya sudah menyerahkan kepada marketing yang baru, namun yang baru tidak mampu, sehingga Boyke tetap disuruh datang.
       
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Medan Dhiyahul Hayati mengatakan, seharusnya perusahaan menghormati hak-hak pekerja,ada mekanisme yang harus dijalankan seperti SP1, SP2 dan SP3, bukan menggantungnya seperti ini. Untuk itu Dhiyahul mendesak agar pihak perusahaan segera dapat menyelesaikan persoalan ini.
        
Menjawab itu Robin Saragih tetap menyarankan agar Boyke datang ke perusahaan agar persoalannya bisa disesuaikan.
        
Sementara itu pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan menyimpulkan agar datang ke perusahaan, dan apapun  hasilnya laporankan ke Komisi II agar bisa diambil langkah berikutnya. 


Sumber :Mediaportibi.com
Komentar

Berita Terkini