-->
    |
Follow Us :

Dewi Arisanty Pimpin Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau

Kali Dibaca



Mediaapakabar.com
-Untuk menyikapi dan merespon Riau Tanggap Darurat  Anak,  dan untuk memutus mata rantai kekerasan dan pelanggaran gak'-hak dasar anak di Provinsi Riau, Kamis Oktober 2020,  bertempat di Hotel Jatra Pekanbaru, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait  bersama Sekjen  Komnas Perlindungan Anak Dhanang Dhasongso didampingi Dewan Komisioner Lia Latifa melantik dan mengukuhkan Pengurus Komnas Perlindungan Anak Propinsi Riau untuk periode kepengurusan 2020'-2025.

Dewi Arisanty dan perangkat-perangkatnya dipilih secara demokratis dan  dipercaya memimpin organisasi anak bergengsi dibidang perlindungan anak di Indonesia ini untuk periode 2020-2025. 

Untuk melaksanakan kegiatan pencegahan dan deteksi dini terhadap pelanggaran  hak-hak dasar  anak,  kehadiran Komnas Perlindungan Anak di Propinsi Riau sungguh sangat dibutuhkan oleh masyarahat khususnya anak-anak.  

Institusi perlindungan anak ini diharapkan menjadi  institusi mitra straregis pergerakan perlindungan Anak dan didalam menjalankan tugas dan fungsinya kehadiran Komnas Perlindungan anak di Propinsi Riau akan merumuskan program strategis membangun kerjasama pemanganan kasus anak sebagai korban dan pelaku tindak pidana dengan aparatus penegak hukum Polisi, Jaksa maupun hakim, 

Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait dalam keterangan persnya kepada sejumlah media di Hotel Jatra Kamis (15/10). 

Dewi Arisanty Ketua terpilih dalam kata sambutannya mengajak semua pengurus terpilih untuk meletakkan komitmennya tidak setengah hati memberikan yang terbaik bagi anak apapun tantangannya.

Ketua Komnas provinsi Riau  terpilih ini menambahkan keberadaan organisasi yang dia Pimpin akan menjadi Harapan Baru dalam mengatur lokasi atas hak-hak anak di Riau sendiri juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari Riau yang hingga saat ini masih terus bekerja untuk mengungkap kasus kekerasan yang menimpa anak di Riau khususnya kasus yang menimpa bocah Malang bernama anjelica . “Kita minta ini ditempatkan di provinsi Riau akan terus mengawal permasalahan ini,” katanya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam sambutannya meminta agar pengurus yang baru dikukuhkan untuk senantiasa menjaga komitmen bersama untuk membesarkan organisasi.

Arist juga meminta agar Ketua Komnas dan pengurus Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau untuk menjaga hubungan baik dengan semua pihak. 

Setidaknya ada empat kemitraan yang harus dibangun oleh Komnas Perlindungan Anak Provinsi Riau yang pertama membangun kemitraan strategis dengan aparat penegak hukum 

Kedua membangun kemitraan strategis dengan pemerintah segera kita daftarkan ke Kesbangpol agar nanti keberadaan Komnas Perlindungan Anak provinsi Riau di daerah dapat bekerja secara organisatoris. 

Ketiga,  membangun kemitraan strategis dengan berbagai media sebab perjuangan kita harus mendapatkan dukungan media massa sehingga seluruh kegiatan selalu terpublikasi dan diketahui publik tambahnya 

Dan yang keempat yang tak kalah penting adalah membangun kemitraan strategis dengan masyarakat. 

Dan program prioritas Komnss Prlindungam Propinsi Riau mendesak  agar  Polda Riau  menggelar kembali kasus Angelika bocah12 tahun yang meninggal dunia 4 tahun yang ditemukan di semak-demak belukar dalam kondisi tinggal tulang gosong dan terbakar.  

Sebagaimana diketahui  bocah perempuan yang ditemukan menjadi kerangka di Desa Pasir Putih,  Kecamatan Siak Hulu,  Kecamatan Kampar, pada 23 Maret 2016 setelah hilang sejak 9 Maret 2016. 

Saat ditemukan organ dalam  Angelika tidak ada lagi hanya ditemukan dalam bentuk tulang belulang. 

Sejak kasus ini bergulir,  penanganan kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Riau dari polsek Siak Hulu dan sejumlah temuan di lapangan telah membuktikan arah pelaku dan sebenarnya sandal  dan kacamata korban ditemukan di lokasi.(rel)

 

Komentar

Berita Terkini