-->
    |
Follow Us :

Arief Sudarto Minta Masyarakat Mengerti Tugas Satgas Covid-19

Kali Dibaca




Mediaapakabar.com
-Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, meminta masyarakat faham dan mengerti terhadap tugas Satuan Tugas (Satgas) Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) .

Hal ini dikatakan Arief kepada wartawan di gedung dewan Jalan Kapten Maulana Lubis Medan Senin (26/10/2020) menyikapi Satgas Covid-19 Kota Medan mendapat penolakan dari warga yang diduga melanggar protokol kesehatan saat monitoring keramaian di even kicau burung, di Lapangan APBN Sumut, Jalan Kasmala, Kelurahan Simpang Selayang.

Arief tak ingin buru-buru memberikan sanksi kepada masyarakat yang mengusir Satgas Covid-19 tersebut, namun dia berharap, kejadian itu tidak terulang kembali.

“Masyarakat yang langgar aturan itu ada sanksi, tapi tentu sanksi langkah terakhir. Kita minta jangan lagi seperti itu, kita akan evaluasi juga,” ujarnya.

Menurutnya, hal semacam itu tidak boleh terjadi. Sebab, Satgas Covid-19 bekerja berlandaskan UU atau aturan.

Ia menceritakan, kejadian itu bermula dari masyarakat yang melaporkan ada kegiatan kicau burung di Lapangam APBN, Medan Tuntungan. Atas dasar laporan itu, tim lantas bergerak mengunjungi lokasi kegiatan.

“Yang ngawur panitia yang buat kegiatan ini akan kita bahas. Kita evaluasi jangan terjadi lagi seperti itu dan kalau terjadi langkah kita seperti apa, itu harus jelas, termasuk penguatan untuk yang turun ke lapangan,” jelasnya.

Saat peristiwa itu, kata Arief, petugas yang turun hanya beberapa orang. Sementara, pengunjung kegiatan kicau burung, kata Arief, mencapai seratusan.

“Bukan diusir, kekuatanya hanya beberapa orang karena dari kecamatan dan berhadapan lebih 100 orang. Untuk menjaga situasi tak diinginkan lebih bagus menghindar dulu,” urainya.

Untuk diketahui Satgas Covid-19 Kota Medan mendapat penolakan dari warga yang diduga melanggar protokol kesehatan saat monitoring keramaian di even kicau burung, di Lapangan APBN Sumut, Jalan Kasmala, Kelurahan Simpang Selayang.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 25 Oktober 2020. Saat melakukan monitoring, Satgas langsung menjumpai panitia kegiatan untuk melakukan klarifikasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan.

Selanjutnya tim memberikan imbauan dengan megaphone kepada pengunjung untuk mengikuti protokol kesehatan dan membubarkan dirinya masing-masing karena kegiatan tersebut tidak memiliki izin dan protokol kesehatan.

Namun, Satgas Covid-19 malah mendapat sorakan yang menolak imbauan itu hingga akhirnya mendapat perlawanan dengan dihalangi dan diusir oleh pengunjung serta panitia. Akhirnya, Satgas Covid-19 memutuskan untuk keluar dari lokasi itu.(dn)

Komentar

Berita Terkini