-->
    |
Follow Us :

Ancam WN Malaysia Lewat Video Hubungan Intim, Deni Barus Dipidana 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Kali Dibaca



Mediaapakabar.com,Medan-
Deni Barus (39) warga Jalan Kepiting, Medan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, (13/10/2020).  

Deni Barus dinyatakan terbukti melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap korban Warga Negara (WN) Malaysia, Zamri Bin Baharin. 

"Mengadili, menjatuhkan terdakwa Deni Barus dengan pidana selama 1 tahun dan 6 bulan penjara," ucap Ketua Majelis Hakim, Gosen Butarbutar.  

Dalam amar putusan, majelis hakim juga membebankan terdakwa membayar denda sebesar Rp100 juta subsider 1 bulan kurungan. 

"Perbuatan terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 Ayat (4) UU RI No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronika," sebut majelis hakim.  

Majelis hakim dalam pertimbangannya menyatakan hal yang memberatkan, terdakwa telah menyebarkan video korban tanpa izin dan melakukan pengancaman terhadap korban. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama persidangan. 

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan yang menuntut terdakwa dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa menerimanya. 

Sementara itu dikutip dari dakwaan jaksa dijelaskan, kasus ini berawal pada Desember 2019. Dalam melakukan aksinya, terdakwa menggunakan nomor WhatsApp pribadinya. 

Lewat WhatsApp, terdakwa mengirimkan pesan ke korban yang isinya mengatakan kepada korban bahwasanya terdakwa memiliki video yang berkaitan dengan kesusilaan korban.  

Terdakwa mengaku, video tersebut diperoleh dari perempuan yang ada di dalam video. Namun saat itu belum direspon korban. 

Kemudian pada 24 Desember 2019, terdakwa kembali menghubungi korban dan mengirimkan video korban saat berhubungan intim dengan seorang perempuan.  

Terdakwa lalu menuntut korban menikahi perempuan itu, bila tidak diindahkan video akan disebarkan ke media sosial maupun instansi-instansi terkait. 

Selain itu, terdakwa juga meminta uang sebesar Rp300 ribu untuk digunakan membangun kantor milik terdakwa di Sibolga. Karena merasa terancam, korban lalu melaporkan terdakwa. (dian)

 

 

Komentar

Berita Terkini