Begini Cerita di Balik Baju Adat Sabu Raijua yang Dikenakan Presiden Jokowi

armen
Minggu, 16 Agustus 2020 - 13:56
kali dibaca


Kepala Negara memilih menggunakan pakaian adat Sabu, Nusa Tenggara Timur, pada sidang tahunan yang digelar di tengah pandemi Covid-19 kali ini.(ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Mediaapakabar.com-Presiden Joko Widodo  mengenakan Pakaian adat Sabu Raijua NTT di acara Pidato Tahunan MPR RI Tahun 2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (14/8/2020) lalu, rupanya pakaian tersebut didatangkan langsung dari perajin di Pulau Sabu. 

Sekretaris Pribadi Presiden, Anggit Noegroho mengatakan, beberapa pekan sebelum acara, Presiden Jokowi meminta tim sespri untuk menyiapkan pakaian adat yang akan dikenakan saat acara pidato tahunan di MPR/DPR. 

"Setiap tahun, salah satu tugas kami di tim sespri adalah menyiapkan baju adat yang akan dipakai Bapak Presiden. Demikian juga pada tahun ini," ujar Anggit saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (15/8/2020).

"Untuk tahun ini, Presiden ingin mengangkat baju-baju adat dari suku-suku yang belum banyak dikenal, belum banyak terekspose," lanjut dia. 

Presiden Jokowi ingin masyarakat Indonesia mengenal lebih jauh keragaman suku-suku tersebut. Tim sespri pun mengumpulkan data terkait suku yang masuk kategori keinginan Presiden Jokowi. 

 Setelah didapat, tim menyeleksinya. Lalu, pilihan pakaian adat yang sudah mengerucut disampaikan ke Presiden Jokowi. "Setelah didiskusikan, beliau akhirnya memilih baju adat Sabu," ujar Anggit. 

Dia menambahkan, salah satu alasan dipilihnya baju adat Sabu Raijua, yakni melekatnya prinsip egaliter pada pakaian itu. Busana adat itu tidak digunakan untuk kelas sosial atau upacara tertentu saja. Semua kalangan, mulai dari rakyat kecil hingga bangsawan, dapat mengenakan pakaian adat itu dalam acara apapun. 

Sumber :Kompas.com

Share:
Komentar

Berita Terkini