-->
    |
Follow Us :

Bupati Mursil Kampanye 'P4GN' Bersama Kepala BNN Provinsi Aceh

Kali Dibaca





Mediaapakabar.com-P4GN  merupakan momentum Membebaskan Bangsa dari Narkoba. Hal itu dikatakan Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn pada acara Kampanye Pencegahan Pemberantasan,Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si beserta Ibu dan rombongan, di Pendopo Aceh Tamiang Senin (6/7/2020)

Hadir dalam acara tersebut segenap unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Para Kepala Perangkat Daerah, Kepala BNN Kabupaten Aceh Tamiang, Kalapas Kelas II-b Kualasimpang, Ketua TP- PKK Kab. Aceh Tamiang, Para Camat Lingkup Kab Aceh Tamiang, Pimpinan BRI Syari'ah Kualasimpang.

Dijelaskan Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH, M. Kn bahwa peran penting dan fungsi BNN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,psikotropika, prekursor dan bahan aditif lainnya.

Mursil mengatakan penyalahgunaan Narkotika telah menjadi masalah yang tengah dihadapi oleh semua bangsa didunia, khususnya Indonesia. Penyalahgunaan terhadap Narkotika ini, tentu saja menimbulkan berbagai kerugian dan kerusakan bagi negara, mulai dari penurunan kualitas kesehatan masyarakat, kualitas SDM hingga kerugian ekonomi. Untuk mengantisipasi hal ini, Ia sebutkan tentu tidak akan berhasil tanpa adanya sinergitas dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat secara langsung.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan terus mendukung P4GN, sehingga AcehTamiang terbebas dari narkoba, karena Aceh Tamiang dekat, dengan perbatasan Malaysia dan Thailand mempermudah arus peredaran narkoba masuk ke Aceh Tamiang,"ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan cendramata oleh Bupati Aceh Tamiang kepada Kepala BNN Aceh  Brigjen. Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si kemudian penyerahan cinderamata oleh Kepala BNN kepada unsur Forkopimda Aceh Tamiang,

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si dalam kesempatan itu mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat Tamiang sebagaimana statement dari Presiden Republik Indonesia Ir. Djoko Widodo bahwa Negara Indonesia Darurat dari Narkoba,. “33 orang mati perhari karena narkoba, rangkaian kejahatan narkoba melebihi dari pada kejahatan lainnnya.Kita harus menjaga diri, keluarga dari narkoba,” katanya.

Jenderal Polisi Bintang Satu ini menjelaskan bahwa Inpres nomor 2 tahun 2002 sebagai payung hukum dalam pelaksanaan P4GN, yang mana setiap kegiatannya didukung dengan anggaran, momen ini hendaknya dapat menciptakan SDM yang berkualitas, dengan harapan bahwa Desa yang ada di Aceh Tamiang menjadi desa bersinar, agar menjadi Desa yang mandiri, tidak terpapar dari narkoba serta mendidik anak yang memiliki SDM yang baik.

Dia berharap Bupati Aceh Tamiang dan selaku Pimpinan Daerah agar mempelopori dan mendukung kegiatan tersebut. BNN juga terus berupaya dan berinovasi bagaimana merubah image tentang Aceh yang dikenal dengan narkoba. Untuk itu, setiap bepergian keluar Daerah dirinya selalu memberikan pandangan bahwa di Aceh memiliki SDA yang begitu banyak.

"Sebagai contoh melalui program dari Kementerian Pertanian pada waktu itu, di Bireun menyelenggarakan acara panen raya jagung, kegiatan ini, merupakan kerjasama antara BNN dengan Pemerintah setempat yang bertujuan merubah image masyarakat bahwa dengan bertani jagung dapat menambah penghasilan para petani, jangan sampai masyarakat tergiur dengan agen dan menjadi kurir narkoba," terangnya.

Brigjen Heru Pranoto menambahkan bahwa kepedulian dari pimpinan merupakan keberhasilan program yang dijalankan, masing masing OPD dapat memberikan sosialisasi kepada bawahannya terkait P4GN dan membuat relawan dimasing-masing OPD yang bertujuan manyampaikan pesan bahaya narkoba, melaporkan pecandu narkoba kemudian Desa bersinar, agar mebuat relawan dimasing desa, yang dibina dan dibimbing oleh BNN, mengangkat ketahanan keterampilan bagi masyarakat.

“Kesemua kegiatan ini, merupakan kiat kiat dari BNN dalam upaya P4GN dan lebih mengupayakan pencegahan maksimal,” pungkasnya. (Jaz & Andri)

Komentar

Berita Terkini