-->
    |
Follow Us :

Peneliti Belanda Sebut Vitamin K Bisa Bantu Tekan Keparahan Pasien Corona

Kali Dibaca


ilustrasi 

Mediaapakabar.com-Peneliti di Belanda meyakini bahwa vitamin K bisa membantu seseorang melawan infeksi virus Corona baru, SARS-CoV-2, penyebab COVID-19. Vitamin ini bisa ditemukan pada bayam, telur, dan keju.

Hal ini muncul usai mereka mempelajari pasien yang dirawat di Rumah Sakit Canisius Wilhelmina, Nijmegen, Belanda. Mereka menemukan pasien yang meninggal ternyata mengalami kekurangan vitamin K.

Salah satu ilmuwan dalam penelitian itu, Dr Rob Janssen, mengatakan berdasarkan temuan awal itu, ia akan mendorong orang-orang untuk memenuhi vitamin K. Kecuali bagi orang-orang yang mengkonsumsi obat pengencer darah.

"Kita berada dalam situasi yang mengerikan. Saran saya adalah mengkonsumsi suplemen vitamin K. Jika itu tidak membantu melawan COVID-19 yang parah, tapi itu baik untuk pembuluh darah, tulang, dan mungkin juga untuk paru-paru," jelasnya yang dikutip dari The Guardian, Sabtu (6/6/2020).

COVID-19 bisa menyebabkan pembekuan darah dan mengarah pada degradasi serat elastis di paru-paru. Vitamin K ini adalah kunci untuk memproduksi protein, yang mengatur pembekuan dan bisa melindungi paru-paru dari penyakit.

Dr Janssen mengatakan, di alam terdapat vitamin K1 dan K2. K1 biasanya ditemukan pada bayam, brokoli, sayuran hijau, blueberry, dan berbagai sayur serta buah lainnya. Sementara K2 yang lebih mudah diserap tubuh, bisa ditemukan pada keju Belanda dan keju Prancis," imbuhnya.

Tak hanya itu, Dr Janssen juga menyebut natto, makanan khas Jepang yang terbuat dari kedelai. Makanan itu disebut mengandung banyak vitamin K dan bisa menjadi senjata untuk melawan COVID-19.

"Saya bekerja dengan seorang ilmuwan Jepang di London. Dia bilang, sangat mengejutkan ada di daerah-daerah di Jepang yang warganya sering mengkonsumsi natto. Di sana tak seorang pun meninggal karena COVID-19," kata Dr Janssen.

(Detik.com)



Kini De Janssen dan timnya sedang mencari sumber dana untuk menggelar uji coba klinis, yang terkait dengan vitamin K terhadap COVID-19.

Komentar

Berita Terkini