|
Follow Us :

Gugus Tugas Covid-19 Dairi Rapat Bersama Tokoh Agama Bahas Persiapan Pembukaan Pelaksanaan Kegiatan Ibadah

Kali Dibaca
Gugus Tugas Covid-19 Dairi Rapat Bersama Tokoh Agama Bahas Persiapan Pembukaan Pelaksanaan Kegiatan Ibadah
 Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu,Saat Memimpin Rapat Bersama Tokoh Agama Kabupaten Dairi.foto.doc.humas

Mediaapakabar.com-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi mengadakan rapat bersama dengan para Tokoh Agama, Jumat (19/6/2020) di Ruang Rapat Bupati Dairi.Rapat tersebut membahas persiapan pembukaan kembali tempat ibadah di wilayah Kabupaten Dairi.

Rapat ,dipimpin langsung oleh Bupati Dairi Dr.Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  yang diwakili oleh Pabung Kodim 0206/Dairi, Kapten Inf M. Nainggolan dan Kasat Binmas Polres Dairi AKP S. Simanjuntak bersama Kasat Intel Polres Dairi.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu dalam sambutanya,mengatakan di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah pusat telah memberikan berbagai arahan terkait dengan penanganan Covid-19 kepada setiap masing-masing daerah, namun untuk pelaksanaan ataupun keputusannya berada di setiap masing-masing daerah tersebut, termasuk tentang persiapan dan rencana membuka kembali tempat ibadah di tengah masa transisi menuju tatanan Normal Baru. 

"Oleh karena itu, dengan adanya pertemuan saat ini dengan para Tokoh Agama kita akan membahas mengenai persiapan pembukaan tempat ibadah. Kita berharap akan adanya saran dan masukan dari para pemuka agama sehingga nantinya dapat diambil suatu keputusan yang mantap menuju persiapan tersebut," ujar Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu.

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan Kabupaten Dairi pada beberapa waktu yang lalu hampir memasuki kawasan zona hijau, namun disaat sedang menunggu status untuk zona hijau tersebut tiba tiba ada muncul kasus baru dimana 1 (satu) orang warga Kabupaten Dairi terkonfirmasi positif setelah melakukan rapid test dan swab.

“Kalau pasien kita ini terjangkitnya di Medan, maka kita akan aman karena tidak transmisi. Namun kalau dia terjangkit di dalam Kabupaten Dairi, maka kita belum aman karena transmisinya terjadi di dalam Dairi. Oleh karena itu, kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi yang tergabung dalam Gugus Tugas agar dengan cepat melakukan tindakan untuk dapat mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Dairi.” jelas Eddy.

Lebih lanjut Bupati mengatakan sembari menunggu hasil yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, jika hasilnya keseluruhan dikatakan aman, maka secara perlahan kita akan membuka setiap aktifitas khususnya kegiatan peribadatan di tempat ibadah.

Untuk tempat ibadah, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan harus membentuk satuan tugas (satgas) sebagai penanggung jawab di tempat ibadah tersebut yang nantinya akan berkoordinasi dengan satgas yang ada di Kabupaten Dairi. Sementara, untuk tempat ibadah dan pelaksanaan ibadah di Masjid Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan tanpa mengurangi rasa hormat setiap jamaah saat melaksanakan ibadah tidak boleh menggunakan membawa karpet/alas pribadi.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan, menurut Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu dalam persiapan saat kembali dibukanya tempat ibadah baik itu Masjid dan Gereja, adalah pelaksanaan tracing (pendataan) secara manual bagi warga jemaat baik di Gereja ataupun Masjid yang datang dari luar daerah ataupun belum terdaftar sebagai warga jemaat. Hal tersebut dikatakan Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu agar dapat memudahkan melakukan penelusuran jika warga jemaat tersebut terdeteksi menunjukkan gejala tertular Covid-19.

Masih mengenai tempat ibadah, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan setiap tempat ibadah harus menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai langkah antisipasi jika ada jemaat yang terdeteksi Covid-19 untuk dapat segera ditangani oleh satgas yang telah dibentuk sebelum nantinya ditangani oleh Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kabupaten.

“Inilah nantinya yang akan kita bahas siapa yang akan menyediakan APD dan juga penyediaan thermo gun, apakah rumah ibadah yang menyediakan atau disiapkan oleh Pemerintah,” ujar Bupati Dairi, Eddy Berutu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu memaparkan jika suatu tempat ibadah dikatakan aman dari Covid-19, maka pengurus rumah ibadah akan melakukan berbagai tahapan untuk mendapatkan surat keterangan rumah ibadah aman Covid-19 yang akan diperoleh dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi.

Selain itu, pengurus rumah ibadah juga diwajibkan diantaranya untuk melakukan pengaturan jumlah jemaat yang berkumpul dalam waktu bersamaan, mempersingkat waktu beribadah tanpa mengurangi ketentuan beribadah, melakukan pengecekan suhu tubuh, menerapkan phsyical distancing (jarak minimal 1 meter) serta melakukan penyemprotan desinfektan dan menyediakan tempat cuci tangan.

Berdasarkan peta jumlah data covid-19 di Kabupaten Dairi, Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi menyimpulkan beberapa arah kebijakan pada pertemuan itu, yakni masih menunda pelaksanaan ibadah di rumah ibadah secara keseluruhan mengingat Kabupaten Dairi masih berstatus sebagai wilayah zona kuning.

Namun, pelaksanaan ibadah di rumah ibadah sesuai Surat Edaran Menteri Agama dapat dilaksanakan dengan pengawasan penerapan protokol kesehatan. Dan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah dapat dilakukan khusus di kecamatan yang sudah berstatus zona hijau.

Dari berbagai arah kebijakan tersebut, Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu memilih kebijakan melaksanakan ibadah di rumah ibadah khusus di wilayah Kecamatan zona hijau.
Namun, untuk memantapkan keputusan tersebut dan membahas lebih detail terkait pelaksanaan persiapan pembukaan rumah ibadah, pertemuan akan kembali diadakan dengan para Tokoh Agama.

Di pertemuan lanjutan akan kembali diagendakan sesuai dengan perkembangan stutus zona yang diharapkan Dairi nantinya bisa berada di zona hijau, sehingga keputusan yang diambil benar benar mantap dan bisa diterima oleh seluruh pihak.(bob)
Komentar

Berita Terkini