|
Follow Us :

Nilai Tukar Petani Sumut Februari 2020 Turun Sebesar 1,74 Persen

Kali Dibaca
Nilai Tukar Petani Sumut Februari 2020 Turun Sebesar 1,74 Persen
Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, Syech Suhaimi di Medan (foto:abi)

Mediaapakabar.com-Badan Pusat Statistik Sumatra Uatara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

"Pada Februari 2020, NTP Provinsi Sumatera Utara (2018=100) tercatat sebesar 111,71 atau turun 1,74 persen dibandingkan dengan NTP Januari 2020 yaitu sebesar 113,69," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Utara, Syech Suhaimi di Medan, Rabu (1/4/2020) siang.

Menurut Syeh, Penurunan NTP Februari 2020 disebabkan oleh turunnya NTP subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,13 persen, NTP subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 3,29 persen, NTP subsektor Peternakan sebesar 1,29 persen, dan NTP subsektor Perikanan sebesar 1,71 persen. Sedangkan NTP Subsektor Hortikultura naik sebesar 2,23 persen.

"Perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mencerminkan angka inflasi/deflasi perdesaan. Pada Februari 2020, terjadi inflasi perdesaan di Sumatera Utara sebesar 0,54 persen. Hal ini disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga pada 8 kelompok konsumsi," ujar Syech.

Kemudian, lanjut Syech, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Sumatera Utara Februari 2020 sebesar 112,53 atau turun sebesar 1,51 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya, tutup Syech.(abi)

Komentar

Berita Terkini