Lawan Covid 19, Pabrik Tank Merkava Israel Berubah Jadi Pembuat APD untuk Medis

armen
Kamis, 02 April 2020 - 09:29
kali dibaca




Merkava
Mediaapakabar.com-Israel memiliki hampir 5.600 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dan telah bergabung dengan negara-negara di seluruh dunia dalam mode lockdown untuk mencoba menghentikan penyebaran virus.


Kini militer juga terlibat penuh dalam upaya tersebut. Akun Twitter Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memposting foto-foto gudang senjata IDF yang biasanya terlibat dalam produksi bagian-bagian tank dan pelindung tubuh telah berubah fungsi untuk untuk membuat kaca mata pelindung untuk staf medis serta pistol semprot untuk membersihkan ruang publik.
IDF tidak menentukan lokasi pusat manufaktur. Namun, sehari sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa Pusat Rehabilitasi dan Pemeliharaan Tank di Tel Shahomer di luar Tel Aviv telah memulai produksi 1.400 kacamata pelindung per hari dalam upaya untuk mengurangi kekurangan masker dan pelindung wajah.

In just 12 hours, this IDF Weapons Manufacturing Center began making a new weapon—for the fight against .

Previously dedicated to tank parts & body armor, now they're making protective goggles for medical staff & spray guns for sanitizing public spaces.


Lihat gambar di TwitterLihat gambar di Twitter


Biasanya, fasilitas ini memproduksi tank Merkava Israel dan kendaraan lapis baja lainnya, serta peralatan komunikasi untuk pasukan darat. Perintah untuk mengubah fungsinya pada akhir Maret, dengan fasilitas militer lainnya, termasuk pabrik kendaraan di Haifa, sekarang memproduksi peralatan untuk membantu memerangi COVID-19.
Militer Israel telah bergabung dalam perang melawan wabah COVID-19. Beberapa jenderal senior telah dikarantina setelah menghadiri pertemuan di mana seorang komandan cadangan yang positif virus berpartisipasi dalam pertemuan. Pada hari Rabu, militer mengeluarkan pernyataan bahwa Kepala Staf IDF, Aviv Kochavi dinyatakan negatif, tetapi akan tetap dalam isolasi.
Meskipun terlibat dalam langkah-langkah pencegahan COVID-19, IDF tetap melanjutkan operasi militer dan pelatihan terbatas. Salah satunya dengan terlibat dalam latihan angkatan udara dengan jet Amerika akhir Maret lalu. Militer juga diduga mengambil bagian dalam serangan baru terhadap Suriah Selasa malam dengan menembakkan rudal ke sasaran di wilayah Homs.
Di tengah upaya untuk mengatasi virus, ekonomi Israel telah terpukul keras, dengan hampir seperempat usia kerja Israel mengklaim tunjangan pengangguran pada bulan Maret di tengah penutupan. Pada saat yang sama, pengamat telah memperingatkan bahwa pengetatan lebih lanjut dari tindakan lockdown dapat menyebabkan lebih dari 140 miliar sheckel atau sekitar Rp651 triliun PDB hilang, dan potensi ledakan dalam tingkat bunuh diri, kejahatan dan kekerasan.(Jejaktapak)
Share:
Komentar

Berita Terkini