|
Follow Us :

Waduh! Drone Turki Hancurkan Pantsir-S1 di Suriah

Kali Dibaca




Mediaapakabar.com-Media Turki merilis rekaman yang menunjukkan sistem pesawat tak berawak bersenjata Turki menghancurkan sistem pertahanan udara Pantsir-S1 buatan Rusia selama serangan terhadap sasaran Tentara Suriah di dekat Idlib.

Dalam video tersebut, sistem Pantsir yang tampaknya aktif dipasang pada truk 8 × 8-nya dapat dilihat dengan jelas ketika amunisi Turki jatuh ke arahnya.
Angkatan Bersenjata Turki (TSK) melakukan serangan udara terhadap elemen-elemen rezim Assad di Idlib Suriah barat laut Jumat 28 Februari 2020 pagi.
Pejabat Turki melaporkan bahwa selama serangan udara mereka menghancurkan lima helikopter Suriah, 23 kendaraan lapis baja, 23 buah artileri, satu sistem rudal darat ke udara Buk-M1-2 dan satu sistem pertahanan udara pertahanan Pantsir-S1.
Turki melancarkan serangan udara mematikan terhadap pasukan Suriah setelah lebih dari tiga lusin tentara Turki tewas dalam serangan udara oleh pasukan pemerintah Suriah dekat Idlib.
Bukan kali ini saja Pantsir-S1 yang dibangga-banggakan Rusia hancur di medan perang dengan mudah.  Pada Januari 2019 video yang dirilis Israel menunjukkan  sebuah, atau bahkan beberapa sistem pertahanan udara Pantsir-S1 Suriah dengan telak dihantam rudal.
Pada Mei 2018 sebuah rekaman itu berasal dari kamera yang dipasang di proyektil Israel secara jelas juga menampakkan baterai anti-pesawat Pantsir-S1 yang oleh NATO disebut sebagai SA22 jadi sasaran serangan.
Sistem pertahanan udara Pantsir S1 cukup terkenal karena kombinasi unik antara senjata antipesawat dan SAM.
Jejak akar Pantsir S1 mulai ada pada tahun 1970-an dan 80-an ketika Amerika mulai mengandalkan helikopter AH-64 dan pesawat serangan A-10 untuk menghancurkan formasi lapis baja Soviet. Pesawat ini mengandalkan serangan tingkat rendah untuk menyerang kendaraan lapis baja dan mampu melarikan diri dengan aman sebelum SAM Soviet berhasil dapat mengunci mereka.
Kebutuhan sistem anti access reaksi cepat yang bisa menghancurkan ancaman udara dengan waktu respon minimum menjadi dibutuhkan.
Kebutuhan ini kemudian mengakibatkan pengembangan sistem Area Denial Tungushka yang menggunakan kombinasi 2  senjata senjata AA 30 mm dan 8 SAM untuk menemani tank Soviet ke medan perang. Sistem ini akhirnya mendegradasi efektivitas serangan pesawat USAF dan mampu menembak jatuh mereka dengan mudah.
Tungushka diproduksi massal untuk tentara Soviet dan telah sukses ekspor juga. Pantsir sebenarnya adalah Tungushka yang sangat ditingkatkan dengan rudal dan sistem elektronik yang lebih baik, dan terpasang pada chassis berroda.
Secara teknis, Pantsir S1 diklasifikasikan sebagai SPAAG-M ( Self Propelled Anti-Aircraft Gun – Missile) karena dipasang pada platform self-propelled,  yakni truk Kamaz 8 × 8 dan memiliki senjata dan rudal untuk terlibat dengan target.
Sistem ini memberikan kemampuan untuk terlibat pada target ketinggian tinggi dan jauh dikombinasikan dengan kemampuan menembak sasaran terbang rendah dan jarak pendek. Memiliki 6 SAM dan dual meriam 30 mm di setiap sisi turret dengan total 12 rudal dan empat senjata.
Memiliki radar Passive Electronically Scanning Array (PESA), radar akuisi target S-band yang memindai mekanis untuk memberikan cakupan 360ยบ dan radar kontrol penembakan atau fire control radar (FCR) X-band, Pansir S1 dapat mencari dan melacak target udara pada jarak lebih dari 50 km dan menembak mereka dari jarak 20 km.(Jejaktapak)

Komentar

Berita Terkini