|

TKP Batang Kuis, Sakit Tak Kunjung Sembuh, Pemuda 27 Tahun Gantung Diri

Kali Dibaca


AKP Simon Pasaribu dan personel Polsek Batang Kuis saat melihat kondisi Soleh di Puskesmas. (ist/metro24jam.com)
Mediaapakabar.com-Teriakan Muji Lestari (58) dan suaminya Wagimin Suprianto (70) menghebohkan warga tetangganya di Gang Perjuangan 9, Dusun V, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Sabtu (21/3/2020) sabtu malam. 

Pasangan suami istri itu kaget bukan kepalang setelah melihat putra mereka, Soleh Afrianto (27), tergantung dengan sehelai kain panjang di dalam kamar tidurnya. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera menghubungi Polsek Batang Kuis. Sejumlah petugas tiba di lokasi tak lama kemudian. 

Kapolsek Batang Kuis AKP Simon Pasaribu SH dalam keterangannya menyebutkan, Soleh mengakhiri hidupnya dengan cara menjeratkan lehernya dengan kain selendang yang diikatkan ke broti rabung rumah. “Menurut ibu korban, sepulang dari pesta sampai di rumah, dia masih melihat putranya menonton TV di ruangan tengah,” katanya. 

Sesaat kemudian, Muji keluar untuk membeli gas ke warung terdekat. Namun, sekitar pukul 20.20 Wib, ketika wanita itu kembali ke rumah, dia tidak lagi melihat putranya di depan TV. Ketika dilihatnya ke sekeliling rumah, Muji pun sontak kaget karena putranya sudah tergantung di jendela kamar dengan seherai kain panjang. “Saksi kemudian berteriak minta tolong. Warga tetangganya yang mendegar teriakan tersebut langsung ke TKP dan menurunkan korban. Pada saat diturunkan korban masih terlihat bernapas dan sempat diberi minum,” beber Simon. 

Warga kemudian membawa Soleh ke Puskesmas untkuk mendapatkan pertolongan pertaman. Namun, sesampainya di Puskesmas Batang Kuis, dokter menyatakan Soleh sudah meninggal dunia. Sekira pukul 21.15 Wib, AKP Simon Pasaribu dan anggotanya langsung ke Puskesmas Batang Kuis. Setelah melihat kondisi Soleh, polisi kemudian melakukan olah TKP di kediaman korban. 

Berdasarkan keterangan Muji Lestari, selama hidupnya putranya itu sangat pendiam. “Korban ada menderita penyakit tifus dan selama sakit korban tdk mau dibawa berobat. Untuk sementara, motif bunuh diri diduga karena depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh,” beber Simon. 

Selanjutnya, kedua orangtua Soleh meminta agar polisi tidak melakukan tindakan otopsi. “Keluarga korban sudah menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya.


Sumber : Metro24jam.com
Komentar

Berita Terkini