|
Follow Us :

Komnas Perlindungan Anak: Cara Menangkal Virus Corona Jangan Menimbulkan Rasa Takut Berlebihan Terhadap Anak

Kali Dibaca


Mediaapakabar.com-Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga yang bertugas dan berfungsi memberikan Pembelaan dan Perlindungan Anak di Indonesia sangat mendukung seruan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang diikuti kebijakan  Gubernur DKI Jakarta  untuk meliburkan anak sekolah-sekolah sementara  agar terhindar dari serangan virus Corona dilingkungan sekolah.

Namun kebijakan tersebut harus dipastikan  diikuti dengan  berbagai aktivitas untuk pencegahan dan deteksi dini dengan pendekatan mengedepankan  rasa nyaman bagi anak, bukan dengan pendekatan larang sini larang sana tanpa penjelasan yang betsifat edukatif.

"Yang pasti jangan menimbulkan rasa takut berlebihan bagi anak dan keluarganya.  Misalnya  tak boleh berjabatan tangan  dengan sesama peserta didik  dan atau gurunya larangan ini emosional dan ketakutan yang tidak edukatif...Waspada boleh'-boleh saja, tapi janganlah belebihan", demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak merespon rencana Gubernur DKI Jakarta untuk meliburkan sementara sekolah-sekolah untuk mengantisipasi beredarnya virus Corona dilingkungan sekolah di DKI Jakarta.

Agar kebijakan pemerintah DKI Jakarta meliburkan sekolah dan dan atas dasar seruan dari WHO dipastikan berjalan  efektif,   Komnas Perlindungan Anak mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan  DKI Jakarta dan dinas yang sama diluar daerah dibawah supervisi Kementerian Kesehatan RI dalam masa diliburkan  sekolah-sekolah  segera menyusun format atau formasi cerdas untuk peserta didik dapat terhindar dari infeksi virus Corona.

"Berikan pengetahuan bagi anak  yang cukup dan mudah dimengeri tentang apa itu virus Corona. Bagaimana penularan, ciri-ciri terinfeksi  virus Covid 19 dan cara mencegahnya,” imbuh Arist.
"Penyuluhan ini dapat dilakukan pada masa diliburkan aktivitas belajar mengajar dengan melibatkan peran orangtua  masyarakat dan lingkungan sosial anak ,  demikian disampaikan Arist.(rel/dn)

Komentar

Berita Terkini