|

Gawat! Pekerjaan fisik Drainase dan Pengaspalan Dana Desa Silalahi II , Diduga Dimark-up

Kali Dibaca


Pelaksanaan Pekerjaan Pisik Dreinase Dana Desa Silalahi II,.(foto.Bob)
Mediaapakabar.com-Pekerjaan fisik Drainase dan Pengaspalan di Desa Silalahi II Tahun Anggaran 2019 ,diduga di mark up.

Hal tersebut di katakan Sekretaris LSM - Publik Nusantara CORUPTION WATCH(PNCW ),Cabang Dairi / Pakpak Bharat Tumpal P.Purba.SH,didampingi Ketua Tim Investigasi Lapangan Zefrat Manik ST.,kepada Wartawan, Kamis(19/3/2020).

Menurut Purba,hasil Investigasi LSM PNCW di Lapangan baru-baru ini, banyak ditemukan kejanggalan -kejangalan pada kedua kegiatan pisik yang dilaksanakan Oleh Oknum Kepala Desa Silalahi II tersebut.

Salah satu kejangalan itu adalah Pelaksanaan pekerjaan fisik Pengaspalan Jalan Pertanian sepanjang 720m.Lebar jalan berpariasi.Saat dilakukan Pengukuran Lebar 3 m tanpa beram.dan ada juga lebar 2.5 m tanpa beram.

Selain itu,dipertengahan jalan di temukan kondisi jembatan beton dalam keadaan hancur dan nyaris putus.Namun hal itu sama sekali tidak di pedulikan atau di perbaiki.Sampai saat ini kondisi Badan  Jalan yang selesai di Aspal itu, sudah di tumbuhi rerumputan dan tidak bisa di lalui kendraan roda empat.

"Aneh Pekerjaan fisik Desa Silalahi II ini,baru saja di kerjakan beberapa bulan lalu pada akhir Tahun 2019,sudah babak belur dan badan jalanya sudah di tumbuhi rerumputan",kata Purba.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Investigasi LSM PNCW Dairi,Zefrat Manik.ST, mengatakan ,Pada Investigasi tahap dua kemarin, Pihaknya melakukan pengukuran Pekerjaan fisik Drainase di Desa Silalahi II.

Pada pengukuran itu di temukan banyak kejanggalan dan penyimpangan, karena diduga tidak sesuai dengan RAB .Panjang Drainasi dianggarkan Sepanjang 100 m, Namun setelah dilakukan pengukuran panjangnya dimanipulasi menjadi 74,20 m.

Pada lantai Drainase,ditemukan ukuran yang tidak sesuai dari 30 cm, ketika diukur dimanipulasi menjadi 28 cm.Demikian juga pada Sayap Atas Drainase tidak sama ukuran kiri dan kanan.Sehingga jika dilihat secara nyata,  drainase tersebut berkelok kelok seperti ular.

"Indikasinya pekerjaan fisik drainase ini dimark up,Kita harapkan Pihak Penegak hukum khususnya Inspektorat Kabupaten Dairi dapat melakukan Audit terhadap Kinerja Kepala Desa Silalahi II ini," tegas Zebrat.(Bob)
Komentar

Berita Terkini