|
Follow Us :

Ekonom Sumut: Corona Picu Deflasi di SUMUT

Kali Dibaca
Ilustrasi (foto:okezone.com)
Mediaapakabar.com-Harga sejumlah kebutuhan pokok selama maret ini menujukan tren penurunan dibandingkan dengan februari. Sekalipun corona mewabah, namun harga kebutuhan pokok justru mengalami penurunan.

Dari hasil pantauan selama sepekan, harga bawang merah rata rata turun dalam rentang 1000 hingga 1500 per kg nya. Di bulan februari rata rata sebesar 30 ribu ke 31 ribu menjadi 29 ribu ke 30 ribuan di bulan maret ini, atau turun sekitar 3%-an.

Hal itu dikatakan Ekonom Sumatra Utara, Gunawan Benjamin di Medan, Senin (30/3/2020) siang.Ditambahkannya, harga bawang putih juga mengalami penurunan.Rata-rata bawang putih dijual dikisaran 42 ribuan per Kg dibulan lalu, saat ini dijual dikisaran rata rata 35 ribu hingga 36 ribu per Kg nya. Atau turun sekitar 14 persenan.Cabai merah juga sama, membukukan penurunan dari kisaran 34 hingga 36 ribuan di bulan februari, saat ini dijual dikisaran 28 ribuan per Kg, atau turun sekitar 17% hingga 20%.

"Cabai rawit juga sama, mengalami penurunan dari kisaran 30 s.d. 32 ribu per Kg. Saat ini dijual dikisaran 24 hingga 26 ribu per kg. Atau mengalami penurunan sekitar 20%.  Meskipun pada dasarnya, komoditas cabe pada 4 hari perdagangan terakhir sudah mencapai 15 ribu hingga 20 ribuan per Kg," papar Gunawan.

Selain harga yang disebutkan diatas lanjutnya, harga sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, kancang panjang, tomat, sawi, ikan semuanya juga mengalami penurunan. Dan penurunan juga diperkirakan terjadi pada harga tiket pesawat, ujarnya.

Adapun beberapa kebutuhan yang turun tersebut, ada sejumlah komoditas yang rata-ratanya diperdagangkan stabil. Diantaranya adalah minyak goreng yang stabil di level 11 ribuan per Kg. Walaupun pada dasarnya minyak goreng memiliki kecenderungan turun sekitar 200 sampai 400 rupiah per Kg nya. Selanjutnya ada harga telur ayam yang stabil dikisaran 21.600-an per Kg nya.

"Ada juga sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Diantaranya gula pasir dari kisaran 15 ribuan, saat ini dijual dalam rentang 16 ribu hingga 17 ribu per Kg. Dan selanjutnya ada harga daging ayam yang pada dasarnya stabil namun cenderung naik sekitar 300 hingga 400 rupiah per Kg nya. Saat ini daging ayam dijual dikisaran 28 ribuan per Kg nya, tutur Gunawan.

Namun, volatilitas harga kebutuhan pokok dipasaran masih sangat tinggi. Beberapa harga yang dijual masyarakat mengalami fluktuasi yang membuat perbedaan harga bisa sangat lebar. Mengambil sampel harga di pukul 6 pagi, dengan jam 9 pagi, maupun siang hari, harganya bisa terpaut sangat jauh.

Selain itu Gunawan menuturkan, Saya pernah memantau pasar lau chi, yang harganya itu bergerak sangat “liar”. Contohnya pada jam 9 malam harga cabai itu berkisar 23 hingga 25 ribuan. Namun di pagi harinya pada kisaran pukul 5 pagi, harga turun dikisaran 13 ribu hingga 15 ribu per Kg nya. Fluktuasi yang tajam tersebut sangat potensial terciptanya deviasi data yang diambil jadi semakin lebar.

Meski demikian, ditengah mewabahnya corona, SUMUT berpeluang mencetak deflasi dikisaran 0.15% - 0.2%, dengan potensi bisa diatasnya. Sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami penurunan yang sangat tajam dan konsisten. Tren pelemahan harga kebutuhan pokok belakangan ini tidak terlepas dari keterbatasan aktifitas ekonomi masyarakat seiring dengan penyebaran corona.

Yang paling krusial saat ini adalah bagaimana kita dapat melakukan upaya minimalisir dampak dari corona tersebut sehingga tidak merembet ke masalah ekonomi yang lebih dalam, pungkas Gunawan.(abi)

Komentar

Berita Terkini