|
Follow Us :

Diduga Illegal , Pertambangan Pasir di Kecamatan Datuk Bandar Timur Resahkan Warga

Kali Dibaca



Mediaapakabar.com-Masyarakat yang bermukim disepanjang Jalan Anwar Idris keluhkan setiap harinya harus menghirup udara yang berdebu. Keluhan tersebut  akibat aktifitas lalu lalang truk yang bermuatan pasir. Setiap harinya puluhan truk yang bermuatan pasir  melintas dari lokasi pertambangan Kelurahan Bunga Tanjung Kec.Datuk Bandar Timur perbatasan  Tanjungbalai dengan Asahan.      

Informasi yang berhasil di himpun awak media,, lokasi pertambangan pasir  tersebut milik salah seorang pengusaha bernama R. Amatan awak media ini , Senin (2/3) dilokasi pertambangan pasir milik R ,pasir yang disedot dari dasar sungai.Asahan dengan menggunakan phanton penyedot pasir ditumpukan didaratan. Setelah pasir tersebut ditumpuk menggunakan alat berat excavator  dengan ketinggian seperti bukit,baru dimuat kedalam truk.

Salah seorang warga masyarakat bernama D.Sinambela kepada wartawan mengatakan,usaha pertambangan pasir yang berlokasi dipinggir sungai Asahan Kel.Bunga Tanjung Kec.Datuk Bandar Timur milik oknum pengusaha bernama R  tersebut di yakini tidak ada mengantongi izin. Namun upaya penegakan hukum terhadap usaha pertambangan pasir ilegal tersebut tidak pernah ada. Baik itu dari pihak Pemko Tanjungbalai maupun dari pihak penegak hukum yaitu Kepolisian Republik Indonesia. 

"Kegiatan tambang pasir itu sudah sangat meresahkan warga. Akibat aktifitas lalu lalang truk yang bermuatan pasir dalam keadaan basah tersebut berceceran disepanjang Jln.Anwar Idris. "Sehingga jalanan menjadi tebal pasir dan debu. Ketika di lintasi truk,maka pasir dan debu tersebut berterbangan,itulah yang kami hirup setiap harinya,"ujar D.Sinambela.(Surya)


Komentar

Berita Terkini