|
Follow Us :

Coronavirus mewabah, Adakah Vaksin untuk Mencegahnya?

Kali Dibaca



Ilustrasi Vaksin untuk Cegah Coronavirus
Mediaapakabar.com-Tahun 2020 diawali dengan wabah coronavirus yang menggemparkan dunia. Virus yang bermula dari kota Wuhan, Tiongkok, tersebut telah menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dalam waktu relatif singkat.

Penyebarannya pun sangat cepat, tak hanya ke negara-negara Asia tapi juga menular ke beberapa negara Barat. Sampai saat ini, para peneliti dan tenaga medis masih terus berupaya untuk menekan dan menghentikan penularan virus ini.

Gejalanya Mirip Pneumonia
Virus yang juga disebut 2019-nCoV merupakan kelompok virus yang biasanya ditemukan pada hewan, seperti unta, hewan ternak, kucing, dan kelelawar.

Manusia dapat tertular virus ini bila ada riwayat kontak dengan hewan-hewan tersebut. Akan tetapi, ledakan jumlah kasus di Wuhan menunjukkan bahwa virus ini dapat ditularkan dari sesama manusia.

Gejala infeksi virus corona mirip gejala infeksi paru pneumonia, antara lain demam tinggi, menggigil, batuk, pilek, dan sesak napas. Namun, gejala tersebut dapat memburuk dengan cepat dan menyebabkan gagal napas hingga kematian.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala infeksi virus 2019-nCoV muncul sejak 2-14 hari pasca terpapar virus tersebut.

Karena gejalanya yang mirip pneumonia, banyak yang menyangka infeksi coronavirus dapat dicegah dengan pemberian vaksin pneumonia. Sayangnya, hal tersebut keliru.

Vaksin Pneumonia Bukan Solusi Menangkal Virus Corona
Vaksin pneumonia tidak efektif menangkal infeksi virus corona. Karena, vaksin tersebut ditujukan untuk mencegah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

Sementara itu, infeksi coronavirus jelas disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Sehingga, pemberian vaksin pneumonia tidak akan memberikan proteksi apapun terhadap infeksi virus corona.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K) FISR, FAPSR, mengatakan bahwa wabah pneumonia di Wuhan merupakan penyakit baru. Lalu, belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pembuatan vaksin sebagai upaya pencegahan.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa jenis vaksinasi radang paru-paru. Ada vaksin Pneumokokus atau PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), vaksin Synflorix, dan vaksin HiB. Ketiga jenis vaksin tersebut terkonsentrasi untuk melawan jenis bakteri tertentu.

Walaupun seseorang telah diberi vaksin pneumonia, bukan berarti ia dapat sepenuhnya terbebas dari penyakit peradangan paru-paru tersebut. Hanya saja vaksin ini dapat mengurangi risiko komplikasi yang bisa terjadi.

Sampai sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Para peneliti terus berusaha untuk segera mengembangkan vaksin untuk melawan virus ini.

Melansir dari ScienceAlert, University of Queensland di Australia telah diminta secara resmi oleh the Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) untuk mengembangkan penelitian dan menciptakan vaksin virus corona. Namun, hingga kini belum ada kabar yang jelas apakah vaksin sudah ditemukan dan terbukti efektif.

Tips Melawan Virus Corona
Bila belum ada vaksin yang mampu melawan virus corona, lantas bagaimana cara mengatasinya kalau sudah terlanjur terjangkit? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan!

Penuhi kebutuhan cairan harian paling sedikit delapan gelas sehari. Jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi.
Cukup istirahat, hindari begadang, dan melakukan aktivitas terlalu berat.
Bila suhu demam cukup tinggi, konsumsi parasetamol dan ibuprofen sebagai pertolongan pertama.
Pastikan mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh dapat terpenuhi.

Cara Mencegah Infeksi Coronavirus Tanpa Vaksin
Pada dasarnya, langkah terbaik untuk mencegah infeksi coronavirus adalah dengan menghindari paparan virus tersebut. Lalu, CDC menyarankan setiap orang untuk secara aktif melakukan tindakan pencegahan berupa:

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik.
Bila tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer mengandung alkohol.
Jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut saat tangan belum dibersihkan.
Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
Tutup mulut menggunakan tisu ketika bersin atau batuk, lalu segera buang tisu tersebut.
Hindari kontak dengan hewan ternak secara langsung.
Sebagai tambahan, hindari pula bepergian terutama ke daerah di mana kasus infeksi coronavirus banyak ditemukan. Jangan lupa menerapkan pola hidup sehat agar sistem kekebalan tubuh lebih kuat.

Coronavirus dapat menimbulkan gejala gangguan pernapasan yang berat dan penularannya sangat cepat. Lakukan langkah pencegahan untuk memproteksi diri.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala infeksi virus corona. Agar, dapat dipastikan apakah memang benar karena virus corona. Penanganannya pun akan lebih tepat dan optimal.


Sumber: Klikdokter.com
Komentar

Berita Terkini