|

Amankah Melayat Jenazah Pasien yang Terkena Virus Corona?

Kali Dibaca


Masih Bisa Menular, Amankah Melayat Jenazah Pasien Virus Corona? (Foto: Xiao Yijiu Xinhua)
Mediaapakabar.com-Bila pasien terkonfirmasi virus corona yang meninggal adalah teman atau kerabat, ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk cegah risiko penularan. Apa saja?

Kemarin (11/3), satu pasien Warga Negara Asing (WNA) positif virus corona kasus 25 meninggal dunia di Bali. Bagi yang mengenalnya, tentu ingin melayat. Namun, karena mendiang terkena COVID-19 yang menular, apakah melayat bisa berbahaya?

Amankah Melayat Jenazah Pasien yang Terkena Virus Corona?

Dikatakan oleh Dr. dr. Budiman Bela, SpMK, dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), jenazah masih bisa menularkan penyakit. Apalagi jika statusnya positif atau di dalam tubuhnya masih mengandung virus.

Cairan biologis yang mengandung protein bisa melindungi virus, sehingga virus corona (coronavirus atau COVID-19) bisa bertahan cukup lama di dalam tubuh seseorang meskipun ia sudah dinyatakan meninggal dunia.

Namun, meski masih bisa menularkan, dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter mengatakan, risiko penularannya tak setinggi saat pasien masih hidup.

“Virus corona, kan, penularannya lewat droplet atau cairan yang keluar saat si pasien batuk atau bersin, ya. Sedangkan saat sudah meninggal, dia tak punya kemampuan lagi untuk batuk dan bersin. Alhasil, risikonya lebih kecil,” jelas dr. Sepriani.

“Kecuali, memang ada sisa droplet yang tertinggal di bagian tubuh atas dan tersentuh oleh orang lain, lalu orang lain itu menyentuh bagian wajahnya sendiri. Jadi, memang masih bisa menularkan virus, tetapi risikonya tak besar,” dr. Sepriani melengkapi.

Misalnya, ada pasien yang terkonfirmasi coronavirus meninggal dunia dan Anda ingin pergi melayat, dr. Sepriani tidak melarangnya.

Menurutnya, sah saja untuk memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, asalkan memperhatikan beberapa anjuran di bawah ini.

Hindari berkontak langsung dengan jenazah, terutama tubuh bagian atas. Bila memang masih bisa melihatnya dari jarak yang jauh, lebih baik pilih itu saja agar tetap aman.

Bawa hand sanitizer. Anggota keluarga yang benar-benar dekat dengan korban biasanya akan tetap menyentuh tubuh jenazah. Sehabis bersalaman dengan anggota keluarga tersebut, segera bersihkan tangan.

Bila merasa tak sopan untuk pakai masker saat melayat, lebih baik bawa sapu tangan bersih. Jika ada yang batuk-batuk atau bersin, segera tutup hidung dan mulut dengan sapu tangan tersebut.

Sehabis melayat, ada baiknya jika Anda pulang ke rumah untuk mandi dan ganti baju. Sebaiknya hindari bepergian setelahnya, apalagi langsung makan tanpa mencuci tangan dengan air dan sabun terlebih dulu.

Penanganan Khusus terhadap Pasien Meninggal Virus Corona
Menangani pasien meninggal akibat penyakit menular, dalam hal ini coronavirus, agak berbeda dengan pasien yang meninggal akibat penyakit tidak menular. Dikutip dari Pedoman Kesiapsiagaan COVID-19, beberapa langkah yang mesti dilakukan, yaitu:
Petugas kesehatan harus menjalankan kewaspadaan standar saat menangani pasien yang meninggal dunia akibat penyakit menular.

Alat pelindung diri (APD) lengkap harus digunakan oleh petugas yang menangani jenazah penyakit menular.

Jenazah harus terbungkus seluruhnya dalam kantong jenazah yang tidak mudah tembus, sebelum akhirnya dipindahkan ke kamar jenazah.

Tidak boleh ada kebocoran cairan tubuh yang mencemari kantong jenazah bagian luar.
Pindahkan sesegera jasad ke kamar jenazah.

Jika keluarga pasien ingin melihat jenazah, mereka diizinkan untuk melakukannya sebelum dimasukkan ke dalam kantong jenazah.

Petugas harus memberi penjelasan kepada pihak keluarga tentang penanganan khusus bagi jenazah yang meninggal dengan penyakit menular. Sensitivitas agama, adat istiadat, dan budaya harus diperhatikan ketika seorang pasien dengan penyakit menular meninggal dunia.
Jenazah tidak boleh dibalsem atau disuntik pengawet.

Proses otopsi bisa dilakukan asalkan mengantongi izin dari keluarga dan direktur rumah sakit. Orang yang melakukan tindakan ini harus petugas khusus.
Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi.
Jenazah diantar oleh mobil jenazah khusus.
Jenazah penyakit menular tidak boleh lebih dari 4 jam disemayamkan di rumah duka.

Sumber : Klikdokter.com
Komentar

Berita Terkini