|
Follow Us :

Walah, Gagal Peroleh Patriot dengan Cepat, Turki Tetap Takkan Mundur dari Idlib

Kali Dibaca


Patriot/Anadolu
Mediaapakabar.com-Upaya Turki untuk mendapatkan secara cepat sistem pertahanan rudal Patriot dari Amerika gagal di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan negara tersebut dengan Suriah. Meski demikian, Ankara tidak akan mundur dari wilayah Idlib dan siap bertempur bahkan dengan tentara Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan waktu yang diberikan kepada Damaskus untuk menarik pasukannya dari pos pengamatan Turki di Idlib Suriah akan segera berakhir. Dia menambahkan Turki tidak akan mengambil “langkah mundur sedikitpun ” di provinsi itu. Sebaliknya Erdogan bersumpah bahwa pasukan Ankara akan mendorong Angkatan Darat Suriah pada akhir Februari.
“Kami ingin mengingatkan mereka yang mencoba memojokkan Turki dengan memaksakan agendanya sendiri, bahwa kami bukan tamu di kawasan ini, tetapi tuannya,” kata Erdogan.
Erdogan menambahkan, bagaimanapun, ia meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencoba dan meyakinkan Presiden Suriah Bashar Assad agar menghentikan serangan Idlib. Erdogan juga mengklaim bahwa Ankara akan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk pengembalian Suriah yang aman untuk merumahkan para pengungsi yang sekarang ada di Turki.
Dalam komentar terpisah, presiden Turki  mengindikasikan bahwa negara tersebut telah meminta membeli sistem pertahanan udara rudal Patriot Amerika, tetapi Washington tidak memiliki stok untuk dijual hingga mereka tidak dapat memasok ke Turki saat ini. Erdogan menekankan bahwa Turki memiliki Patriot Spanyol yang dikerahkan di negara itu saat ini.
Turki sebelumnya dikabarkan telah meminta Amerika untuk mengerahkan dua baterai pertahanan rudal Patriot di perbatasan selatannya untuk melawan serangan pasukan Suriah yang didukung oleh kekuatan udara Rusia. Tanpa hal itu, sulit bagi jet tempur Turki melakukan serangan ke wilayah Suriah.
“Ankara dapat menggunakan pesawat tempur F-16 untuk menyerang unit yang setia kepada Assad di Idlib jika Patriot dikerahkan di Hatay di perbatasan Turki untuk memberikan perlindungan,”  kata seorang pejabat senior Turki kepada Bloomberg Kamis 20 Februari 2020.
Erdogan mengatakan bahwa negaranya belum menerima dukungan dari Amerika pada situasi di Idlib, tetapi ia menambahkan akan mengangkat masalah ini dalam pembicaraan berikutnya dengan Presiden AS Donald Trump.
Pernyataan presiden Turki itu disampaikan di tengah laporan media bahwa Ankara sedang menggelar kembali tank-tank dari seluruh negeri menuju perbatasan dengan Suriah. Laporan oleh Kantor Berita Demirören menunjukkan bahwa kendaraan lapis baja akan dikirim ke pos pengamatan Turki di Idlib.
Turki menuduh pemerintah Suriah dan Rusia melanggar perjanjian Sochi yang menetapkan zona demiliterisasi Idlib. Damaskus menegaskan bahwa serangan ofensifnya adalah tanggapan atas serangan berkelanjutan dari gerilyawan di provinsi itu dan menuduh Ankara melakukan agresi.Moskow, pada gilirannya, juga mengecam Turki karena melanggar perjanjian Sochi dengan gagal membedakan antara teroris dan oposisi moderat di provinsi tersebut.(Jejaktapak)
Komentar

Berita Terkini