|

Terpidana Korupsi Pembangunan Water Park Nias Selatan Diamankan di Jakarta

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com-Terpidana kasus korupsi pembangunan water park di Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Johanes Lukman Lukito diamankan Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dari Mall Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Selasa (18/2/2020) menuturkan saat diamankan, terpidana sedang bersama beberapa rekan bisnisnya.Dimana terpidana kooperatif dan bersedia dibawa ke Medan untuk menjalani proses hukum sesuai putusan Kasasi di Mahkamah Agung (MA) tertanggal 21 Mei 2019 yang menghukumnya selama 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Selain itu, dalam putusan MA tersebut, terpidana juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp3.390.698.714, karena sebelumnya terpidana telah membayar uang pengganti Rp4.500.000.0000 dari total keseluruhan uang pengganti sebesar Rp7.890.698.714. Bila tidak sanggup membayar maka digantikan dengan pidana penjara selama 4 tahun," ujar Sumanggar.

Sumanggar menjelaskan, Johanes dalam kasus korupsi pembangunan water park di kawasan Teluk Dalam yang bersumber dari Penyertaan Modal APBD Pemkab Nisel Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp17.952.000.000 tersebut merupakan Direktur PT. Rejo Megah Makmur Engineering selaku rekanan.

"Dalam kasus ini terpidana Johanes tidak sendiri. Dia diadili di Pengadilan Tipikor Medan bersama rekannya Yulius Dakhi selaku Direktur PT. Bumi Nisel Cerlang. Yulius dijatuhi hukuman selama 1 tahun dan 3 bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

Yulius tidak melakukan upaya hukum banding dan sudah selesai menjalankan masa hukumannya. Sedangkan Johanes dihukum selama 1 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Saat itu Johanes melakukan upaya hukum banding hingga kasasi di MA," tutur Sumanggar.

Sumanggar menambahkan, usai menjalani proses pemeriksaan kesehatan di RS Mitra Sejati, selanjutnya Johanes dijebloskan ke dalam Lapas Tanjunggusta Medan.

"Kita hanya menyelesaikan tugas dan ini akan kita antarkan ke Lapas Tanjunggusta," pungkasnya.

Seperti diketahui, selama menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, pada 2017 lalu Johanes tidak ditahan. Berbeda dengan Yulius yang harus mendekam di balik jeruji besi Rutan Tanjunggusta Medan.

Saat persidangan waktu itu yang bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen. Sedangkan majelis hakim diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo didampingi hakim anggota masing-masing Sontan Merauke Sinaga dan Merry Purba. (dian)
Komentar

Berita Terkini