|

Siap-siap! Perlombaan Kapal Selam Sedang Berlangsung di Asia

Kali Dibaca


KRI Ardadedali-404/Sindonews
Mediaapakabar.com-Sejak mulai datang pada pergantian abad ke-20, kapal selam telah menjadi senjata  asimetris. Platform ini telah memungkinkan angkatan laut yang lebih kecil untuk berdiri melawan yang paling kuat sementara yang kuat tetap di atas.

Hari ini, bisa dibilang,  kapal selam adalah senjata paling ampuh di planet ini meski mungkin penggemar kapal induk mungkin tidak setuju. Dan saat ini hampir setiap angkatan laut di Asia sedang menginginkannya.
Ketika kita berbicara tentang perlombaan senjata kapal selam di Asia, para pemain besar adalah China, Australia, Jepang dan India. Dan daftarnya berlanjut; Pakistan, Korea Selatan dan Singapura semuanya memiliki kemampuan kapal selam berteknologi tinggi.
Tetapi ada revolusi kapal selam lain yang kurang dibahas. Hampir semua angkatan laut yang lebih kecil di kawasan ini juga membangun kemampuan kapal selam. Ini adalah bagian dari perlombaan senjata tidak dideklarasikan yang mengubah bentuk ancaman kapal selam di seluruh dunia.
Myanmar bukanlah negara yang muncul sebagai kapal selam.  Kapal selam pertama mereka yang ditugaskan pada Desember 2019 adalah kelas Kilo bekas yang dibeli dari India. Sebanyak kapal selam kelas Kilo baru diperkirakan akan dibeli dari Rusia. Bangladesh juga baru-baru ini memulai membangun armada kapal selam  dengan membeli dua kapal dari China.
Pakar kapal selam dan perang bawah air H I Sutton dalam tulisannya di Forbes Selasa 18 Februari 2020 menyebutkan Asia telah lama menjadi pasar ekspor panas bagi pembangun kapal selam. Secara alami, kapal selam Myanmar dan Bangladesh akan diimpor. Tetapi salah satu aspek dari pertumbuhan pasukan kapal selam di Asia adalah bahwa banyak negara ingin membangun secara lokal.
Taiwan adalah salah satu negara tersebut. Meskipun dalam beberapa hal memiliki angkatan laut yang canggih, mereka menderita dalam hal kapal selam yang sudah menua. Dua kapal kelas Hai Shih buatan Amerika adalah kapal selam tertua yang beroperasi di mana pun di dunia. Mereka sudah lama seharusnya diganti  dan Taiwan sedang berusaha membangun sendiri.
Vietnam juga baru-baru ini mengumumkan sebuah proyek untuk membangun kapal selam sendiri. Kapal 100 ton yang relatif kecil kemungkinan akan menggantikan dua kapal selam kelas menengah Yugo yang dibangun di Korea Utara. Ini awal yang kecil tapi realistis. Tulang punggung pasukan kapal selam Vietnam adalah enam kapal selam Kelas Advanced Kilo yang dibangun oleh Rusia.
Taiwan dan Vietnam tidak sendirian dalam memulai program kapal selam asli baru. Indonesia juga bercita-cita untuk bergabung dengan klub elite ini.  PT PAL sudah berhasil meluncurkan kapal selam yang dirakit di dalam negeri yakni KRI Alugara. Kapal selam yang dibangun bersama DSME Korea Selatan. Sebelum merakit kapal selam sendiri, Indonesia membeli dua kapal selam dari Korea Selatan. Ketiga kapal selam tersebut adalah Kelas Chang Bogo.
Filipina memiliki upaya sendiri untuk membangun kemampuan kapal selam. Hal ini telah menjadi topik bagi Angkatan Laut Filipina sejak tahun 1990-an tetapi baru sekarang mendapatkan momen. Informasi terbaru menunjukkan bahwa mereka mungkin menggunakan desain buatan Prancis.
Thailand sedang dalam proses membeli satu kapal selam S26T Yuan Class dari China. Dan kapal kedua sedang direncanakan. Ini akan menjadi kapal selam pertama dalam layanan Thailand sejak 1951 ketika empat kapal terakhir yang dibeli dari Jepang pada 1930-an sudah pensiun.(Jejaktapak)

Komentar

Berita Terkini