|
Follow Us :

Partai Demokrat Nilai Elektabilitas Prabowo Subianto Merosot di Survei Capres 2024

Kali Dibaca


Foto: Denita Br Matondang/detikcom
Mediaapakabar.com-Ketua Umum Partai Gerindra dan sekaligus Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menjadi kandidat terkuat calon presiden (Capres) pada 2024 dalam survei Indo Barometer. Partai Demokrat menyebut angka dalam survei itu gambaran kemerosotan suara atau elektabilitas Prabowo.

"Ini gambaran penurunan dan mersotonya suara atau ekektabilitas Prabowo," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean kepada wartawan, Minggu (23/2/2020).Ferdinand mengatakan Prabowo yang dua kali kalah dalam pilpres sebagai capres dianggap wajar jika saat ini namanya muncul sebagai kandidat terkuat. Menurutnya, pada Pilpres 2019 meskipun kalah, Prabowo mendapat suara lebih tinggi daripada hasil survei Indo Barometer.

"Sebagai mantan capres 2 kali dan baru saja kalah di pilpres dengan suara sekitar 45% sangat wajar bila sekarang dilakukan survei, namanya muncul sebagai kandidat terkuat. Tapi jangan hanya lihat di terkuatnya, lihat angka bahwa Prabowo cuma 22,5%, hanya setengah dari suara pilpres yang baru berlalu," katanya.Sementara itu, dalam hasil survei Indo Barometer juga terdapat nama Agus Harimurti Yudhoyono dengan 5,7 persen suara. Ferdinand menyebut hingga kini baik AHY maupun Partai Demokrat tidak pernah mendeklarasikan AHY untuk maju pada Pilpres 2024.

"Kami berterimakasih atas kepercayaan warga memilih AHY sebagai salah satu kandidat capres 2024, meski hingga kini kami tidak pernah menyatakan secara resmi bahwa AHY akan maju pilpres 2024. Tapi kami hormati dan hargai suara tersebut dan akan kami jadikan sebagai cambuk untuk lebih terus bekerja ke depan," katanya.Ferdinand juga menyebut Partai Demokrat belum menentukan apakah akan terus memompa elektabilitas AHY atau tidak untuk Pilpres 2024. Menurutnya, kini Partai Demokrat tengah fokus untuk kongres.

"Demokrat belum sampai ke sana, belum kepada keputusan apakah akan memompa atau tidak. Kami fokus kongres dulu, setelah kongres baru nanti dibahas tentang langkah politik demokrat ke depan," katanya.

Diketahui sebelumnya, lembaga survei Indo Barometer sudah merilis hasil survei capres. Hasilnya, Menhan Prabowo Subianto diprediksi menjadi calon presiden (capres) terkuat.

Survei dilakukan pada 9-15 Januari 2020 terhadap 1.200 responden dari 34 provinsi. Metode penarikan sampel yang dilakukan ialah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Adapun tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen.


Sumber : Detik.com
Komentar

Berita Terkini