|

Perlu Mandi Air Hangat atau Dingin Setelah Kehujanan?

Kali Dibaca





Mediaapakabar.com-Anda mungkin pernah kehujanan hingga tubuh basah kuyup. Nah, setelah kehujanan, sebaiknya mandi menggunakan air hangat atau air dingin, ya?

Saat ini, masyarakat Indonesia sedang berada di musim penghujan, di mana curah hujan sedang tinggi. Dalam kondisi ini, kehujanan dan basah kuyup kerap tak terhindarkan. Anda pun lantas terpikir untuk segera mandi setelah kehujanan. Akan tetapi, manakah yang lebih baik: mandi air hangat atau air dingin?

Pentingnya Mandi Setelah Kehujanan
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda harus mengetahui kalau mandi adalah salah satu aktivitas yang wajib dilakukan segera setelah kehujanan. Kegiatan ini penting untuk membersihkan kuman-kuman yang mungkin ikut terbawa dan menempel dari debu dan polusi dari air hujan.
Gunakanlah sabun antiseptik untuk membantu membersihkan tubuh setelah kehujanan. Setelah itu, keringkan tubuh dan gunakan pakaian yang kering. Bila memungkinkan, keringkan rambut dan kepala Anda. Kepala yang basah juga dapat membuat Anda mudah sakit.
Akan tetapi, Anda mungkin pernah merasa bingung sebaiknya membersihkan diri dengan air hangat atau dingin? Pilihan yang tepat mungkin dapat memberikan Anda manfaat tambahan lebih dari sekadar membersihkan diri.

Manfaat Mandi dengan Air Hangat

Dalam kondisi basah akibat kehujanan, mandi dengan air hangat ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan air dingin. Pasalnya, banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dari mandi dengan air hangat setelah kehujanan.
Memangnya apa saja sih manfaat mandi dengan air hangat?

1.   Menaikkan Suhu Tubuh

Kehujanan akan menurunkan suhu tubuh karena air yang dingin. Embusan angin selama Anda berada di luar ruangan juga dapat semakin memperparahnya. Turunnya suhu tubuh ini wajib diwaspadai karena akan mengganggu daya tahan tubuh dan membuat Anda mudah jatuh sakit. Nah, mandi menggunakan air hangat akan membantu menaikkan suhu tubuh Anda.

2.   Menurunkan Hambatan Aliran Pembuluh Darah

Selain itu, mandi menggunakan air hangat akan memberikan efek relaksasi pada tubuh. Air hangat akan membuat pembuluh darah menjadi terdilatasi atau melebar sehingga menurunkan hambatan aliran pembuluh darah dan juga tekanan darah.

3.   Lebih Relaks

Aliran darah ke otot juga akan membuatnya lebih relaks. Inilah sebabnya, mandi dengan menggunakan air hangat akan membuat Anda merasa lebih santai dan tenang. Hal ini juga akan berdampak pada kualitas tidur Anda, yakni lebih nyenyak dan nyaman karena efek relaksasi yang diberikan.

4.    Melegakan Pernafasan

Uap dari air hangat juga akan membantu melegakan pernafasan. Anda yang sedang alami pilek atau gejala flu pun dapat sangat terbantu.

5.   Mengurangi Rasa Nyeri

Memperlancar aliran darah juga merupakan keuntungan membersihkan diri dengan menggunakan air hangat. Meskipun bukan menjadi penyembuh yang utama, air hangat dapat membantu mengurangi nyeri. Rasa nyeri pada otot, persendian, jaringan, dan tendon juga dapat berkurang karena efek relaksasi air hangat.

Menjaga Tubuh Setelah Kehujanan

Selain mandi usai terkena air hujan, ada berbagai cara agar Anda tidak mudah jatuh sakit setelah kehujanan, misalnya:
1.    Menggunakan alat pelindung, seperti payung dan jas hujan karena air hujan banyak zat kimia dan polutan.

2.    Rajin-rajin cuci tangan dan kaki dengan sabun serta air mengalir.

3.   Hindari menyentuh area wajah terlalu sering, apalagi dengan tangan yang belum dibersihkan. Sebagian besar virus dan kuman bisa masuk lewat hidung, mata, dan mulut.

4.    Konsumsi makanan kaya vitamin, misalnya sayur dan buah.

5.    Selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh.

6.    Jangan begadang, karena kurang tidur bisa bikin daya tahan tubuh menurun.

Mandi setelah kehujanan yang paling baik adalah dengan menggunakan air hangat. Selain menyingkirkan kotoran yang menempel, air hangat akan membantu meningkatkan suhu tubuh, merelaksasi, dan melancarkan aliran darah. Tapi, daripada kehujanan, tak ada salahnya Anda mempersiapkan payung atau jas hujan di tas. Mencegah lebih baik daripada mengobati, bukan?

Sumber : Klikdokter.com

Komentar

Berita Terkini