|
Follow Us :

Banyak Raja dan Nabi Palsu Tanda Halu, Apa Sih Penyebabnya?

Kali Dibaca


Banyak Raja dan Nabi Palsu Tanda Halu, Apa Sih Penyebabnya? (Dok-Istimewa)
Mediaapakabar.com-Banyak orang mengaku raja dan bisa memanggil nabi belakangan ini. Kondisi ini sering disebut sebagai halu atau halusinasi. Apa sih penyebab halu terjadi?
Belum lepas dari ingatan heboh Keraton Agung Sejagat di Purworejo, sudah muncul lagi Sunda Empire. Lalu, muncul pengakuan dari Ningsih Tinampi yang katanya mampu memanggil malaikat dan nabi. Masyarakat menganggap bahwa mereka adalah orang-orang yang halu atau halusinasi. Apa penyebab seseorang mengalaminya?

Rangkuman Sekilas Tentang Raja dan Nabi Palsu

Beberapa waktu lalu, Keraton Agung Sejagat yang dipimpin oleh Totok Santosa sempat menghebohkan jagat dunia maya. Kehebohan ini terjadi setelah ia mengaku titisan Kerajaan Majapahit. Namun, belum lama muncul, Keraton tersebut sudah dibubarkan dan petingginya sudah ditangkap dengan sangkaan melakukan penipuan.

Terkait keraton ini, satu per satu kerajaan halusinasi pun terbongkar. Polisi mengatakan bahwa Totok Santosa seorang pria biasa dengan alamat KTP di Ancol, Jakarta. Ia juga diketahui punya utang dan membuka usaha angkringan sebelumnya.

Belum usai soal Keraton Agung Sejagat yang ketahuan palsu, muncul lagi Sunda Empire. Perkumpulan ini mengklaim sebagai kekaisaran bumi dan matahari.
Melansir Liputan6, salah satu video yang diunggah pada 6 Juli 2019 menyebutkan, pemerintahan dunia akan segera berakhir. Seorang pria dalam video tersebut bernama HRH Rangga, mengaku dirinya sebagai Gubernur Jenderal Nusantara.

Dalam video berdurasi 8.27 menit itu Rangga mengatakan, Sunda Empire tidak ada hubungannya dengan Suku Sunda.

Selain itu, ada lagi pengakuan kontroversi dari Ningsih Tinampi. Perempuan asal Pasuruan ini mengaku bisa memanggil malaikat dan nabi. Hal ini juga membuat geger sampai akhirnya wanita yang berprofesi sebagai terapis pengobatan alternatif ini disemprot Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sebenarnya nama Ningsih Tinampi sudah muncul ke permukaan sejak tahun lalu. Dirinya memang kerap melakukan kontroversi terkait pengakuan-pengakuannya yang aneh bin ajaib.

Bahkan, ‘pengobatan’ yang ia lakukan ini sudah memiliki daftar tunggu sampai 2021. Sekarang, Ningsih Tinampi kembali menuai kontroversi karena ucapannya yang mampu memanggil nabi dan malaikat.

Fenomena Halusinasi Menurut Psikolog

Setelah diterpa tiga isu kesaktian tersebut, publik pun bertanya-tanya, fenomena apa yang sedang terjadi? Tidak sedikit yang menganggap orang-orang yang diceritakan di atas sedang halusinasi, alias melakukan hal yang tidak masuk akal.

Selain itu, banyak juga yang menganggap bahwa orang-orang tersebut memiliki masalah gangguan mental. Sebenarnya, bagaimana fenomena halusinasi ini dilihat dari sisi psikologi?

Menurut Ikhsan Bela Persada, M.Psi., Psikolog dari KlikDokter, penyebab halusinasi ini bisa terjadi akibat cara pandang yang sama dalam melihat kehidupan dunia, sehingga muncul kerajaan-kerajaan yang tidak jelas.

"Pertama, kalau yang saya lihat penyebabnya itu pengikutnya punya pemahaman yang sama dengan 'rajanya’ ini. Bisa visi atau pola pikir yang sama. Oleh karena itu, akhirnya banyak orang yang bisa menjadi pengikut 'raja' ini," ujar Ikhsan.
Jika berkaca dari sisi psikologi, Ikhsan tidak hanya menduga halusinasi, ada juga delusi dan manipulasi yang kental dengan masalah skizofrenia. Gejalanya bisa dilihat ketika orang tersebut memiliki waham (keyakinan) tertentu dan doyan memanipulasi sesuatu.

Sementara itu, jika melihat dari kacamata sosial. Penyebab halusinasi ini tak terlepas dari kepercayaan kebanyakan orang Indonesia itu sendiri.

Seperti raja di Keraton Agung Sejagat, belakangan diketahui banyak hutangnya. Akhirnya itu bisa dikaitkan dengan masalah finansial, stres, dan kondisi keuangan yang kritis sehingga membuat dia halusinasi seperti itu.

"Lalu, raja ini bisa saja orang yang mengalami skizofrenia. Ia dapat mengalami delusi bahwa dirinya adalah utusan nabi, raja, untuk kebangkitan kerajaan zaman dulu. Kebetulan kemunculan kerajaan-kerajaan ini adanya di daerah yang masih kental adat budayanya, kepercayaan mistis, dan kerajaan itu. Maka jadi mudah percaya dan akhirnya banyak pengikutnya," kata Ikhsan.

"Kemudian seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa pengikutnya menyetor sejumlah uang untuk bisa mengikuti hal tersebut. Berarti di sini ada manipulasi untuk mencari keuntungan," lanjutnya.

Sebenarnya model-model kerajaan ini mungkin banyak di Indonesia. Akan tetapi, gara-gara satu terekspos, semuanya jadi terbongkar. "Nah, 'raja-raja' ini kan halu atau skizofrenia, biasanya ngomongnya tinggi dan seolah-olah yakin banget. Mereka yang mudah percaya, akhirnya bisa langsung ikut," tutur Ikhsan.

Menghadapi Orang Halusinasi dan Skizofrenia

Sebenarnya, bisa saja orang-orang tersebut mengalami skizofrenia. Memang ada hubungan antara halusinasi dengan skizofrenia. Mengutip dari WebMD, lebih dari 70% orang dengan penyakit ini mendapatkan halusinasi visual, dan 60% -90% mendengar suara. Beberapa mungkin juga mencium dan merasakan hal-hal yang tidak ada di sana.

Jadi, fenomena yang terjadi belakangan ini memang cukup kompleks dijelaskan. Dugaan sementara penyebab orang-orang tersebut membuat “heboh” Indonesia adalah karena masalah halusinasi, skizofrenia, dan masalah sosial lainnya.
Ada sedikit tips, nih, bagi orang yang menghadapi pasien skizofrenia dan halusinasi seperti kehebohan berita akhir-akhir ini. Untuk menghadapi orang yang terpengaruh sosok “raja”, jangan langsung dijauhi atau dikucilkan. Ajak mereka berbicara baik-baik, sambil mengajak untuk pergi konsultasi ke psikolog.


Sumber : Klikdokter.com
Komentar

Berita Terkini