|

Rektor UISU serahkan Film "Surat Cinta Buat Tegar" ke Menkes

Kali Dibaca



Rektor UISU, Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP menyerahkan film pendek Surat Cinta Buat Tegar kepada Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto yang diterima Dirjen P2P Kemenkes RI dr. Anung Sugihantono, M. Kes kemarin (30/11) di Lapangan Gazeebu, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Humas UISU)

Mediaapakabar.com-Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP berharap film pendek Surat Cinta Buat Tegar, menjadi media edukasi ke seluruh masyarakat Indonesia untuk mencegah dan menanggulangi HIV/AIDS.

"UISU mengambil peran ikut peduli mengurangi epidemik penyebaran HIV/AIDS atau dengan kata lain, UISU harus menjadi kampus peduli HIV/AIDS," katanya usai menyerahkan film pendek Surat Cinta Buat Tegar, sebuah karya produksi UISU, kepada Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, kemarin di Lapangan Gazeebu, Bandung, Jawa Barat.

Dekan FK UISU, dr Indra Janis MKT mengatakan hadirnya film pendek produksi FK UISU bekerjasama dengan Swarnadwipa Production House pimpinan Dini Usman dengan Sutradara Roy Julian, kiranya dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan 3 Zero.

“Kita harapkan, film pendek ini dapat membuka cakrawala bagi semua pihak agar bisa bersama-sama mewujudkan Three Zero yakni tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi,” harap Indra.

Hal senada juga diharapkan Ketua Prodi Profesi FK UISU, Dr. dr. Umar Zein, DTM&H, Sp.PD, KPTI. Dirinya juga berharap, tidak ada lagi diskriminasi yang dialami pengidap HIV/AIDS di Indonesia.

“Yang dijauhi itu, bukanlah orangnya, tapi penyakitnya. Makanya, kita harapkan stigma dan diskriminasi tidak lagi terjadi,” ujar Umar Zein sembari menjelaskan bahwa kisah nyata pengidap AIDS yang menerima stigma dan diskriminasi di Sumatera dia tuliskan dalam bentuk novel dan dikembangkan lagi menjadi bentuk film pendek oleh UISU dengan sutradara Roy Julian yang diterima Menteri Kesehatan RI.

Sementara itu, Menkes RI dr Terawan Agus Puranto menjelaskan, kampus merupakan institusi yang potensial dan strategis untuk menerapkan dan membina hidup sehat, karena di Indonesia terdapat 4.500 Perguruan Tinggi/Kampus dengan angka partisipasi kasar 32,5% di tahun 2018 dan diharapkan naik menjadi 35% di tahun 2019.

“Kampus merupakan institusi yang memiliki norma/kebijakan yang harus dipatuhi oleh seluruh masyarakat kampus. Oleh sebab itu, mahasiswa merupakan aset negara yang akan melanjutkan pembangunan bangsa dan masyarakat kampus dapat menjadi agen perubahan untuk hidup sehat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sumber : Antara
Komentar

Berita Terkini