Jumat Berkah! Uang Rokok Disedekahkan ke Anak Dhuafa, Alhamdulillah Usaha Lancar

armen
Jumat, 06 Desember 2019 - 09:14
kali dibaca



Mediaapakabar.com-Sedekah menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan dalam Islam, apalagi jika dilakukan pada Jumat yang penuh berkah, tentu imbalan dari Allah akan semakin berlimpah.

Bersedekah tidak akan membuat harta berkurang, buktinya sudah banyak yang sukses karena sedekah. 

Sebagai  contoh, pengusaha bernama Iyus Ruslan berhenti merokok dan uang rokoknya diberi ke anak dhuafa, hasilnya usaha yang sempat bangkrut kembali bangkit. Bagaimana kisahnya?

Iyus mengatakan pada 1999 usaha berasnya bangkrut tak ketulungan. Padahal, bisnis itu sudah berkembang hingga menjangkau pasar DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur. Ia juga memiliki sebuah pabrik penggilingan padi, sejumlah truk, jaringan di sejumlah gerai dengan 30-40 karyawan. Namun semua itu tak tersisa pada 1999.
“Saya salah langkah,” kenang Iyus. Saat itu utangnya menumpuk, dan ia dikejar-kejar banyak pihak yang bermaksud menagih. Padahal, hartanya yang tersisa cuma baju di badan saja.
Beberapa bulan kemudian, Iyus mulai menggeliat bangkit. Dengan dukungan keluarganya, ia coba mengandalkan sambal Cibiuk dalam usaha warung makan lesehan. Suatu rumah kumuh seluas 200 m2 di Jalan Ciledug pinggiran Garut, dia sewa untuk dijadikan warung makan sederhana.
Dari warung makan Cibiuk perdana itulah, usaha Iyus berkembang dan beranak-pinak. Cabang pertama di Jalan Otista Garut, kemudian merambah ke Bandung. Setelah membiak di Kota Kembang, lalu merambah Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta, Aceh, dan seterusnya hingga lebih 30 outlet kini.
Semua itu, dirasa Haji Iyus sebagai keajaiban. Bayangkan, katanya, “Saya ini memulai sebagai pengusaha kategori keempat menurut Ustadz Yusuf Mansur (red. ulama yang dikenal getol menganjurkan sedekah), yaitu tak punya modal, pengalaman, dan tak punya keahlian”. 
Iyus ingat betul sewaktu membuka warung makan pertama, ia memanen cibiran dan pesimisme. Pasalnya, lokasi Cibiuk di dekat pemukiman penduduk yang sepi dan rawan keamanan. Pelintas bakal takut mampir karena khawatir kendaraannya hilang.
Tapi bismillah, dengan dukungan keluarga dan terutama doa restu orangtuanya, Iyus jalan terus hingga kemudian sukses besar.
Prinsip usahanya adalah fokus, kreativitas yang unik, kerja keras, serta sistem adiministrasi yang baik, serta amalan seperti sedekah.
Menurutnya usaha harus dibarengi laku spiritual, yaitu riyadhoh dan sedekah. Pengusaha kelahiran 5 Desember 1966 ini mengaku mendapat pencerahan sedekah dan riyadhoh setelah mengenal dan berhubungan akrab dengan Ustadz Yusuf Mansur selama tiga tahun terakhir.
“Saya bersama keluarga berusaha giat melakukan riyadhoh, meningkatkan ibadah wajib maupun sunah,” ungkap ayahanda dari Galig Ruslan (20), Fani Prawesty (17), Ratu Vilia (16), Zahira Gaitsa (9), dan Nazwa Revalina (6).
Secara berkala, Iyus bersedekah kepada pelanggan rumah makanannya dalam bentuk hadiah undian. Misalnya berupa motor, juga berupa diskon.
Sedekah juga jadi kunci sukses bisnis Iyus. Salah satu keputusan besarnya adalah berhenti merokok, lalu menyalurkan uang rokok untuk menghidupi anak dhuafa termasuk membiayai pendidikannya. Karena hal itu usahanya semakin lancar.
Demikian dikutip dari buku Dahsyatnya Sedekah 3, Halaman 245-248, yang ditulis Tim PPPA Daarul Qur’an.

Sumber : Okezone.com

Share:
Komentar

Berita Terkini