|

HAPS, Teknologi Telekomunikasi untuk Masa Depan

Kali Dibaca


Board Member ATSI, Arief Mustain, saat mengungkap adanya dua teknologi yaitu satelit dan High Altitude Platform Station (HAPS). Foto/Intan R/SINDOnews

Mediaapakabar.com-
 Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebut akan ada teknologi non mainstream yang akan menggantikan teknologi telekomunikasi utama yang ada saat ini.

Disebutkan oleh Board Member ATSI, Arief Mustain, ada dua teknologi baru yaitu satelit dan High Altitude Platform Station (HAPS) yang dimaksud  "Itu teknologi yang kemungkinan men-distrub teknologi mainstream yang ada saat ini. Dan sekarang orang sudah meluncurkan beberapa satelit, salah satunya punya Elon Musk," kata Arief di sela-sela Selular Telco Outlook 2020, Senin (2/12/2019).

Selain itu, ada juga teknologi baru bernama HAPS. Menurut Arief, HAPS ini berbentuk seperti drone atau pesawat tanpa awak dengan bentuk yang lebih besar. Bahkan sayapnya saja bisa terbentang sejauh 10 meter. "HAPS lebih rendah lagi, 21 kilometer. Kalo pesawat kan di sekitar 11.000 kilometer. Nah dia di 21 kilometer. Dia bentuknya kayak drone, tapi drone.


besar, bentang sayapnya aja bisa 10 meter, tapi engga ada orangnya," sebutnya.

Teknologi ini menggunakan solar cell yang dipadukan dengan baterai. Dari beberapa yang sudah menguji coba HAPS, HAPS bisa bertahan di langit hingga 30 hari.
"Guna sayap besar itu untuk solar cell. Jadi dia hidupnya dengan solar. Sekarang yang sudah di ujicoba 30 hari baterainya habis dia turun dulu, gantian yang satu lagi naik, begitu terus," katanya.


Kehadiran dua teknologi ini tentu tak bisa ditolak keberadaanya. Meski nantinya akan ada aturan-aturan yang melibatkan banyak pihak, seperti di bidang pertahanan dan lain-lain.
"Tapi itulah teknologi dia akan cari jalan. Tapi kehadirannya gak bisa kita tolak," pungkasnya.




Sumber  : Sindonews.com
Komentar

Berita Terkini