|
Follow Us :

Turki sebut Di Suriah, Amerika Tunjukkan Sifat Aslinya

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com-Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Amerika telah menunjukkan tujuan aslinya datang ke Suriah dan telah melanggar norma internasional.Dia menyatakan itu terkait pernyataan Amerika yang ingin mengamankan dan menjaga ladang minyak milik Suriah dengan alasan agar tidak jatuh ke ISIS.

“Mereka [AS] mengakui dan secara terbuka menyatakan bahwa mereka hadir di sana [di Suriah] karena ladang minyak. Tidak ada yang punya hak atas sumber daya Suriah. Mereka datang ke sini, menempuh jarak ribuan kilometer, dan mengatakan ‘Kami akan menguasai ladang minyak negara ini ‘. Ini bertentangan dengan norma-norma hukum internasional, “kata Cavusoglu dalam pernyataannya yang dikutip oleh televisi A Haber dan dikutip Sputnik Sabtu 9 November 2019.

Dalam beberapa minggu terakhir, Presiden Amerika Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Amerika akan “menjaga minyak” Suriah. Pernyataan ini dibenarkan Menteri Pertahanan Mark Esper yang mengatakan misi Amerika di Suriah sekarang adalah untuk mencegah stok minyak negara itu jatuh ke tangan ISIS atau pemerintah Damaskus.
Pernyataan itu dibuat ketika Amerika mendorong lagi pasukannya masuk Suriah, terutama di wilayah utara negara tersebut, setelah sebelumnya ditarik keluar.

Pernyataan Trump tentang minyak telah menimbulkan kritik, baik di Amerika maupun di luar negeri, tentang bagaimana kebijakan Washington dapat melanggar hukum internasional  dengan melakukan penjarahan. Presiden Suriah Bashar Assad baru-baru ini memuji Trump karena setidaknya berterus terang tentang sifat “kriminal” kebijakan Amerika terhadap negaranya.

Minggu ini, pejabat Amerika mengatakan kepada AP bahwa hingga 800 tentara Amerika bisa dipertahankan di Suriah untuk melindungi ladang minyak di timur laut Suriah, termasuk di provinsi Deir ez-Zor yang kaya minyak dan gas.

Seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada wartawan bahwa pendapatan dari minyak Suriah di bawah kendali Amerika akan diberikan kepada sekutunya,Kurdi Suriah.
Suriah tidak pernah menjadi kekuatan energi utama, khususnya dibandingkan dengan tetangganya di Irak dan Teluk, tetapi menikmati swasembada energi, dan mampu menghasilkan antara 100.000 dan 350.000 barel minyak per hari untuk ekspor sepanjang tahun 1990-an dan 2000-an, dengan kontribusi minyak ini lebih dari 20 persen dari pendapatan negara.  Produksi energi negara itu berkurang lebih dari 90 persen setelah perang sipil pada 2011.


Sumber : jejaktapak.com

editor:armen
Komentar

Berita Terkini