|

Industri Pertahanan Nasional Butuh Dukungan Kalangan Swasta

Kali Dibaca

Mediaapakabar.com-Pertahanan Indonesia tidak bisa lepas dari kontribusi swasta. Apalagi, Indonesia kini dalam proses meningkatkan kemandirian postur pertahanan. Jika keduanya (BUMN dan BUMS) bersinergi, industri pertahanan nasional akan semakin maju.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Eris Heryanto dalam seminar bertema “Peran Industri Pertahanan Swasta Nasional dalam Menunjang Pertahanan Nasional dan 10 Tahun Revitalisasi Industri Pertahanan” di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta, kemarin.dilansir Sindonews,com.

“BUMN tidak bisa berjalan secara terpisah dengan BUMS. BUMN itu tidak bisa kerja sendiri. BUMN hanya integrasi, tapi yang lain-lainnya dari industri swasta. Misalkan ada sumbangsih industri swasta di antaranya bahan baku baja. Kaca? Ini kan Pindad juga tidak buat. Sekarang kan kaca di-support oleh mana? yang antipeluru, misalnya. Steel-nya, dari Karakatau Steel. Karena BUMN tidak memproduksi baja, cuma dipasok dari Krakatau Steel,” ungkap Eris.

Dengan terbentuknya asosiasi ini diharapkan industri pertahanan dalam negeri bisa lebih terintegrasi dan mampu memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan. Sebab, dengan asosiasi ini, tidak akan ada lagi gap. “Kalau kita bicara alutsista, menurut undang-undang, integrator-nya adalah BUMN.

Tetapi, ”pohon teknologi” yang ada di dalam itu banyak sekali.
Makanya kami sepakat BUMN dan swasta harus punya asosiasi sendiri sehingga kalau ada masalah biar diselesaikan mereka. Selebihnya kami yang buat kebijakan,” paparnya.

Dekan Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Romie Oktovianus Bura sepakat agar BUMN dan BUMS bersinergi sehingga produksi produk pertahanan dalam negeri semakin meningkat. Dengan begitu, menurut dia, akan memicu kemandirian industri pertahanan nasional sesuai UU Nomor 16/2012.

KKIP, lanjutnya, juga segera mengusulkan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk dibentuk asosiasi yang mewadahi pelaku industri pertahanan dalam negeri baik BUMN maupun swasta.

“Dalam waktu dekat tahun ini kami akan mengajukan ke Menhan sebuah asosiasi industri pertahanan baik BUMN atau swasta. Mudah-mudahan bisa diterima Pak Menhan selaku ketua harian,” ujarnya.

(ar)
Komentar

Berita Terkini