-->
    |
Follow Us :

Sadis! Siram Janda dengan Air Keras, Dua Pelaku Mengaku dibayar Rp 4 juta

Kali Dibaca
Dua pelaku penyiraman air keras di Kabupaten Merangin, berhasil dilumpuhkan oleh anggota Satreskrim Polres Merangin. Foto/SINDOnews/Nanang Fahrurozi
Mediaapakabar.com-Berusaha melarikan diri saat ditangkap, Dua pria yang diketahui bernama Habibi, dan Jimy (30), terpaksa ditembak oleh anggota Satreskrim Polres Merangin.

Kedua pria ini telah melakukan tindakan sadis terhadap Fitri Ningsir. Janda yang bekerja sebagai pelayan warung tersebut, disiram air keras oleh kedua pelaku, hingga mengakibatkan cacat permanen.

Polisi akhirnya berhasil membekuk dua pelaku tersebut di Kabupaten Muara Bungo, Jambi, setelah keduanya berhasil melarikan diri usai melakukan tindakan keji menyiram air keras kepada korban.

Kepada Polisi,kedua pelaku mengaku dibayar untuk menyiram korbannya. Mereka mengaku mendapatkan bayaran hanya Rp4 juta, untuk melukai korban."Awalnya saya komunikasi lewat media sosial (Medsos) Facebook (FB), dan berlanjut di inbok oleh AZ sering saya panggilnya Datuk,dan dia menawarkan pekerjaan kepada saya dan minta tolong saya," ungkap Habibi, saat di jumpai di Polres Merangin.dilansir sindonews.com.

Dari percakapannya dengan AZ, bahwa meminta dirinya untuk menyiram air keras korban yang juga istri mudanya.

"Alasannya istri mudanya mulai berulah, dan meminta saya untuk menyiram air keras. Dia janjikan akan membayar untuk pekerjaan itu sebesar Rp4 juta, karena kepepet uang untuk bayar kos dan makan untuk keluarga, saya menyanggupinya," ujarnya lagi.

Foto korban juga di kirim AZ kepada pelaku, dan dijelaskan keberadaan korban dan bekerja di warung.

"Saya tidak kenal dengan korban, dan saya dikirimi foto korban, setelah itu saya minta uang jalan sebesar Rp500 ribu, dan diberikan oleh istri tua AZ.

Setelah itu saya beli air keras di Rantau Panjang, lalu saya masukan ke dalam botol plastik. Bersama kawan saya Jimy, langsung berangkat menuju warung dimana korban bekerja," katanya.

Sementara itu pengakuan pelaku Jimy, dirinya ikut membantu menyiram korban akibat tidak punya uang untuk membayar kredit motornya.

"Saya terpaksa mau ikut ajakan Habibi, karena saya juga butuh uang untuk bayar kredit motor dan membeli beras," ungkap Jimy.

Usai melakukan aksinya kedua pelaku yang berpura-pura membeli teh, mendekati korban. Setelah dekat korban, pelaku langsung menyiram air keras dan melarikan diri.

(ar)

Komentar

Berita Terkini