|

PDIP: Prabowo Jabat Menhan Tak Perlu Saling Ngotot dan Tegang Urat

Kali Dibaca
 Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya
Mediaapakabar.com-Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Indonesia Maju (KIM) merupakan kabar baik seluruh rakyat Indonesia dan patut diberikan apresiasi serta dukungan yang penuh.

"Situasi ini menandakan babak baru bagi bangsa Indonesia untuk menuju peradaban yang berkualitas. Cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang besar dan memberikan pengaruh kepada dunia akan mudah untuk terwujud," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya, Jumat (25/10/2019).

Selain itu, Dosen S2 Universitas Darma Agung Medan ini menilai kesediaan Prabowo membantu pemerintah dan keterbukaan Joko Widodo mengajak kerjasama rivalnya pada Pilpres lalu juga harus diberikan catatan sejarah dengan tinta emas.

Bahwa kedua tokoh bangsa ini telah memberikan pendidikan politik yang luar biasa. "Keduanya telah menunjukkan bahwa inilah demokrasi, inilah sikap kedewasaan dalam berpolitik, inilah karakter kenegarawanan yang sesungguhnya," tegas Aswan.

Ia meyakini situasi ini telah membuka jalan peradaban bagi generasi berikutnya dalam menapaki jejak demokrasi. "Tidak perlu saling ngotot dan bertegang urat untuk urusan yang sama-sama kita cita-citakan, apalagi untuk urusan yang bersifat periodik," jelasnya.

Aswan menyebut gabungnya Prabowo Subianto dalam kabinet kerja jilid dua Joko Widodo dapat juga disebut sebagai kabinet Guyub (kebersamaan/rukun) Jokowi-Amin. "Kabinet ini kelak diyakini akan mampu mengatasi berbagai masalah kebangsaan. Dengan demikian, pemerintah kedepan akan dengan mudah lepas landas terbang menuju kejayaannya," tuturnya.

Disinggung adanya sekelompok partai politik menjadi oposisi, Aswan menilai hal tersebut adalah kewajaran dalam demokrasi. "Tetapi kami menyakini sikap tersebut tidak akan menuai simpati masyarakat, karena pemerintah ke depan akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia," sebutnya.

Wakil Ketua DPD Golkar Sumut HM Hanafiah Harahap SH 
Sementara Wakil Ketua DPD Golkar Sumut HM Hanafiah Harahap SH mengatakan Prabowo siap membantu di kabinet adalah sikap negarawan. "Secara etika ada yang mengatakan sikap pak Prabowo politik berkaki dua adalah cara pandang keliru," ujarnya.

Disinggung Partai NasDem akan sebagai oposisi, menurut Hanafiah, partai politik di luar pemerintahan adalah chek and balance. "Di luar kekuasaaan harus ada kontrol dan beliau (Surya Paloh) setahu saya adalah nasionalis sejati," ungkapnya.

Pada intinya, pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 adalah momentum Indonesia yang maju dan sejahtera sesuai cita-cita bangsa Indonesia berusia 100 tahun di tahun 2045. "Oleh karena diminta mulai hari ini, elit di dalam dan di luar kekuasaan harus menyatukan tekad mewujudkan Ikrar 17 Agustus 1945," pintanya.

(Ogi Bukit)

Komentar

Berita Terkini