-->
    |
Follow Us :

Pastikan Sebab Kematian,Jasad Mangatas Gultom diautopsi di Medan

Kali Dibaca
Jasad Mangatas Gultom (33) saat ditemukan nelayan di kawasan Pulau Mangkir Besar, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Senin (14/10). (Antara Sumut/Istimewa)
Mediaapakabar.com-Jasad Mangatas Gultom (33), Manajer Bagian Jaringan PLN Nias hari akan diautopsi di Medan karena layanan autopsi di RSU Aceh Singkil belum tersedia.
Kepastian atopsi itu disampaikan abang korban Waldeman Gultom ketika dikonfirmasi ANTARA, Selasa (15/10) melalui telepon selulernya.

“Hari ini akan diautopsi di Medan, karena layanan di RSU Aceh Singkil belum tersedia. Dan sudah kami sepakati untuk dibawa ke Medan hari ini,” ujarnya.

Menurut Waldeman, dilakukannya autopsi terhadap jasad adiknya karena adanya kecurigaan atau kejanggalan di balik kematian korban.

“Untuk memastikan apa penyebab kematian adik kami itu, makanya kami minta untuk dilakukan autopsi. Karena diperkirakan jasadnya masih sekitar lima hari di laut sebagaimana pengakuan nelayan yang menemukan.Sementara adik kami hilang sejak tanggal 2 Oktober 2019.Untuk menjawab kecurigaan itu, maka kami sepakat untuk dilakukan autopsi,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa jasad adiknya sedang dalam perjalanan menuju Medan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kabar ditemukannya jasad Mangatas Gultom setelah nelayan yang berada di kawasan Pulau Mangkir Besar, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, melihat ada jasad yang terapung di laut.

Setelah didekati, ternyata sesosok mayat manusia. Hal itu langsung disampaikan kepada Kepala Dinas Perikanan melalui Kabid Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Aceh Singkil.

Mendapat laporan itu, tim bergerak melakukan evakuasi dan berhasil membawa jenazah korban ke RSU Aceh Singkil dengan kondisi sebagian tubuhnya  sudah rusak. Diperkirakan jasad korban sekitar 5 hari di laut.

Dari dompet korban ditemukan sejumlah identitas diantaranya, SIM, kartu ATM, ID Card, Kartu BPJS, HP dan identitas lainnya.

Seperti dilansir dari antaranews.com,Korban Mangatas Gultom meninggalkan seorang istri boru Sinaga dan putri semata wayangnya yang baru berusia 6 bulan di Medan. Korban pindah tugas dari PLN Rantau Prapat ke PLN Nias terhitung awal Agustus 2019.

(ar)

Komentar

Berita Terkini