|

Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari Polri Tunggu Hasil Uji Proyektil

Kali Dibaca
Olah TKP lokasi diduga tempat tewasnya Randi saat demo di Kendari/Foto: Sitti Harlina/detikcom

Mediaapakabar.com-Pihak kepolisisian masih menunggu hasil  uji balistik terhadap proyektil terkait tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Randi (21) saat demonstrasi di Kendari, Sulawesi Tenggara. Proyektil itu masih di uji di Belanda dan Australia.

Karo Provos Div Propam Mabes Polri, Brigjen Hendro Pandowo, Kamis (17/10/2019) malam.mengatakan uji balistik dilakukan di luar negeri untuk menjaga objektivitas.

Hal itu mengingat yang diperiksa adalah senjata anggota Polri."Untuk objektivitas dan independen mengingat yang diperiksa adalah senjata anggota Polri. Atau jangan sampai ada kecurigaan," tutur Hendro seperti dilansir detik.com.Dia menambahkan,proyektil yang diuji bukan hanya yang diduga menewaskan Randi.Ada juga proyektil yang diduga mengenai seorang ibu hamil bernama Putri sehingga mengalami luka tembak.

Sebelumnya, proyektil peluru yang diduga membuat Randi tewas dan melukai ibu hamil dibawa ke luar negeri demi investigasi objektif. Uji balistik di luar negeri ini ditujukan demi membuktikan kasus tersebut.

"Proyektil yang diduga menyebabkan kematian Randi dan yang tertembus di kaki ibu hamil untuk diperiksa yang lebih ilmiah dan pasti, kami akan uji labfor ke Belanda dan Australia. Ini upaya kita betul-betul membuktikan peristiwa itu terjadi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (7/10).

Demo ricuh di depan DPRD Sultra terjadi pada 26 September 2019.Dua mahasiswa UHO tewas saat demo berlangsung.Mereka yang tewas ialah Randi dan Yusuf Kardawi.Randi tewas akibat tertembak, sedangkan Yusuf tewas akibat hantaman benda tumpul.

Usai kejadian ini, Polisi langsung melakukan pemeriksaan.Ada enam personel kepolisian yang diperiksa karena diduga melanggar SOP karena membawa senpi saat pengamanan unjuk rasa.

(dtc/ar)

Komentar

Berita Terkini