Provokator Dibalik Kerusuhan Papua, Berikut Aksi Aksi Benny Wenda....

Anonim
Jumat, 06 September 2019 - 10:10
kali dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Pemerintah Indonesia menyebut Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, sebagai provokator yang memicu kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Benny kerap melakukan aksinya hingga meminta bantuan ke luar negeri. Benny Wenda memang sudah punya niat yang bulat untuk bisa memerdekakan Papua, seperti halnya Timor Leste.

Dilansir dari Merdeka, Jumat (6/9/2019) berikut aksi-aksi yang dilakukan Benny Wenda di luar negeri terkait Papua:
Sebar Hoaks di Luar Negeri
Benny Wenda menyebarkan konten-konten hoaks di luar negeri terkait Papua. Konten-konten provokasi yang disebar berupa narasi, foto, maupun video. Selanjutnya konten hoaks itu disebar dengan memanfaatkan media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Benny memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan berita hoaks ke teman-temannya atau kenalannya yang tinggal di Eropa, Asia Pasifik hingga ke Afrika.

"Itu sudah dipantau untuk jejak digitalnya dari hasil pembicaraan, kemudian konten-konten yang berhasil disebar oleh yang bersangkutan kepada kelompoknya," ucap dia.

Minta Bantuan Australia
Tak hanya sebar konten hoaks, Benny Wenda kembali berulah dengan meminta bantuan Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk mengutuk tindakan keras Indonesia terhadap demonstran pro-kemerdekaan.

"Saya berharap Perdana Menteri Australia akan membuat pernyataan tentang situasi saat ini. Kami perlu Australia untuk keluar dan membuat pernyataan publik tentang krisis kemanusiaan di Papua Barat," kata Benny.

Selain itu, Benny juga meminta rakyat Australia keluar untuk mendukung Papua Barat dengan cara yang sama yang mereka lakukan untuk Timor Leste.

Masuk RI Langsung Ditangkap
Menko Polhukam Wiranto menegaskan jika Benny Wenda berada di Indonesia, maka akan langsung ditangkap. Hal itu menyusul dari beberapa provokasi yang diduga dilakukan Benny Wenda terkait kerusuhan Papua.

"Masuk ke Indonesia saya tangkap atau kita tangkap. Kita proses," tegas Wiranto.

Namun, dengan kegiatan Benny yang berada di luar, tentu memerlukan langkah-langkah diplomasi. Serta mengikuti hukum-hukum internasional yang ada.

"Tapi tatkala kegiatannya di luar sana, tentunya ini butuh sesuatu kegiatan diplomasi. Ada hukum-hukum internasional yang kita harus lakukan," jelas Wiranto.

Dia pun, menegaskan pemerintah Indonesia, tidak diam. Terus melakukan langkah-langkah mengantisipasi kegiatan Benny Wenda.(ni)
Share:
Komentar

Berita Terkini