|

Lihat Kapolda Sumut Tertidur, Pangdam Mayor Jenderal TNI Lakukan Ini...

Kali Dibaca
Ist
Mediaapakabar.com- Pangdam Mayor Jenderal TNI MS Fadhilah membangunkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto yang tertidur. Saat itu Mayjen TNI MS Fadhilah baru saja memasuki ruangan dan mendapati Irjen Pol Agus Andrianto tertidur pulas. Mayjen TNI MS Fadhila menepuk bahu Irjen Agus Andrianto.

Dilansir dari Tribun Medan, Kamis (12/9/2019) Irjen Agus Andrianto yang mengenakan kaos berwarna oranye pun langsung berdiri. Keduanya terlibat perbincangan serius.

Aksi dua jenderal ini adalah bagian dari produksi Film Sang Prawira. Keduanya bertindak sebagai pemain dalam film yang disutradarai oleh Ponti Gea ini.

Mengambil lokasi syuting di Kantor Pos Kota Medan, Jenderal berbintang dua itu menjalani peran sebagai karyawan Pos Indonesia.

Sebelumnya, 27 Juli 2019, Irjen Pol Agus Andrianto bersama istrinya Evi Agus Andrianto sudah melakukan syuting film di SMA Negeri 1 Kisaran, Kabupaten Asahan.Saat itu Irjen Pol Agus Andrianto mengenakan sepatu, helm, jaket dan motor oranye khas PT Pos Indonesia.

Agus mengantarkan surat kepada seorang guru di sekolah tersebut yang tak lain adalah istrinya.

Film yang dibintangi oleh Kapolda Sumut dan Pangdam ini rencananya akan ditayangkan pada tahun 2019 ini.

Dalam film tersebut, Agus menyebarkan pesan kepada generasi muda untuk menghargai pendidikan dan terus belajar untuk mencapai cita-cita.

Selain kedua jenderal ini, Film Sang Prawira juga dibintangi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang berperan sebagai dosen di Akademi Polisi dengan berpangkat Komisaris Besar Polisi.

Artis Anggika Bolsterli dan sejumlah personel kepolisian dari Polda Sumut ikut berpartisipasi dalam film ini.

Dalam film Sang Prawira yang 95 persen pemerannya personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara dengan bintang utama Anggika Bolsterli.

Selain Ganjar, sutradara Ponti Gea juga melibatkan Bripka Herman Adi Basuki, operator PLD Sub Bagian Humas Polres Purworejo yang dikenal sebagai Pak Bhabin Herman di YouTube Polisi Motret.

Ponti mengatakan, film yang rencananya berdurasi 100 menit itu bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita menjadi polisi.

"Kami melibatkan Bapak Gubernur Jateng karena kami ingin menunjukkan kerja sama yang kuat antara kepolisian dengan pemerintah," ujarnya.(ni)

Komentar

Berita Terkini